Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

OTT Menteri KKP

Pengusaha Benur Pangandaran Sebut Lebih Baik Dibudidaya Dibanding Diekspor

Kebijakan ekspor benih lobster dinilai akan merugikan pengusaha kecil dan lebih menguntungkan para pengusaha besar saja

Pengusaha Benur Pangandaran Sebut Lebih Baik Dibudidaya Dibanding Diekspor
Tribunnews/Istimewa
Benih lobster berumur sekitar satu bulan yang dibudidayakan Abdullah. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNNEWS.COM, PANGANDARAN - Pengusaha benur atau benih lobster asal Kabupaten Pangandaran menilai pemerintah membudidayakan benih benur dari pada harus ekspor seperti kebijakan Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo.

Budidaya benih lobster tersebut dinilai lebih menguntungkan dari pada harus ekspor  karena bisa kebijakan itu merugikan pengusaha kecil dan lebih menguntungkan para pengusaha besar saja.

"Kenapa Indonesia gak budidaya (benur) saja? Lebih baik galakan budidaya dan pertahankan," ujar Suplier Benur asal Kalipucang, Wahyudi (40) saat dihubungi Tribun Jabar, melalui sambungan telepon, Rabu (25/11/2020).

Dengan cara seperti itu, menurut dia, bakal lebih menguntungkan karena nantinya bisa dijual dengan harga yang lebih tinggi ketika lobster tersebut sudah besar dan siap dikonsumsi.

"Misalnya, pengepul di Pangandaran, persilakan menjulan lobster, tapi baby lobster harus dipelihara dan dikasih modal, saya rasa itu lebih bagus," kata Wahyudi.

Dengan cara seperti itu, kata dia, nantinya buyer asal luar negeri bakal kelabakan karena pengusaha di Indonesia, termasuk di Pangandaran bisa menaikan harga yang lebih tinggi daripada ekspor benih benur tersebut.

Baca juga: Dari Prabowo sampai Juragan Lobster Tanggapi OTT Menteri KKP Edhy Prabowo

"Sekarang baby lobster per ekor Rp 40 ribu, sedangkan harga lobster besar yang ukuran 100 gram, sekarang harganya bisa mencapai Rp 120 ribu, kan gak seimbang," ucapnya.

Untuk itu, pihaknya berharap pemerintah harus bisa melakukan peninjauan kembali setiap mengeluarkan kebijakan, terutama dalam hal ekspor benih benur.

"Tinjau dampaknya terhadap pengusaha kecil atau UKM, harus diperhatikan karena pengusaha besar tidak akan berjalan tanpa UKM," kata Wahyudi.

Pengusaha Benur asal Babakan, Ekong (47) mengatakan, lebih baik pemerintah memperhatikan nasib para nelayan, bagiamana caranya supaya mereka makmur dan sejahtera.

"Karena kalau nelayan makmur, saya juga pasti kebagian karena saya pembeli.

Kalau sudah makmur nelayan juga pasti semangat. Intinya, setiap kebijakan harus menguntungkan," ucapnya.

Artikel ini telah tayang di tribunjabar.id dengan judul Ekspor Benih Lobster oleh Edhy Prabowo, Pengusaha Benur Pangandaran Sebut Lebih Baik Budidaya

Editor: Eko Sutriyanto
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas