Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Pembunuhan Raja Adat Samosir, Anak Banyak, Dua di Antaranya Kini Masuk Panti Asuhan

Anak-anak almarhum Rianto terlihat turut serta akan ikut menyaksikan kejamnya pembantaian terhadap ayahnya.

Pembunuhan Raja Adat Samosir, Anak Banyak, Dua di Antaranya Kini Masuk Panti Asuhan
TRIBUN-MEDAN/ARJUNA BAKKARA
Empat tersangka pembunuhan Rianto Simbolon dihadirkan dalam temu pers di Mako Polres Samosir, Jumat (14/8/2020). 

TRIBUNNEWS.COM, MEDAN - Keluarga besar mendiag raja adat Samosir Rianto Simbolon (41) yang menjadi korban pembunuhan oleh 6 tersangka di Desa Sijambur Kecamatan Ronggur Ni Huta tiba di Pangururan, Kamis (26/11/2020).

Anak-anak almarhum Rianto terlihat turut serta akan ikut menyaksikan kejamnya pembantaian terhadap ayahnya.

Selain keluarga besar, Tim Penasihat Hukum Korban dari Law Office Dwi Ngai Sinaga, Dwi Ngai Sinaga, Rudi Zainal Sihombing, dan Benri Pakpahan turut hadir, "Hari ini rekonstruksinya,"ujar Dwi dihubungi via telepon seluler.

Rekonstruksi akan dilaksanakan pada Pukul 13.00 WIB yang langsung diperagakan oleh para tersangka. Keluarga telah berkumpul sembari menunggu kehadiran Jaksa.

Berdasarkan video yang dikirimkan Romual Sinaga tim Dwi Sinaga, rasa trauma mendalam masih membayangi anak-anak almarhum atas kematian ayahnya yang dibunuh dengan cara kejam.

Terlebih putri pertamanya Menanti Simbolon yang kini duduk di bangku kelas 3 SMA N I Ronggur Ni Huta.

Baca juga: Pria Bunuh Selingkuhan Istri di Tempat Karaoke Tampak Lega, Ingin sang Istri juga Ikut Dipenjara

Menanti tak mau banyak bicara. Mengenakan topi hitamnya berusaha menutupi wajahnya, sambil menangis.

Korban meninggalkan 7 anak yang masih belia. Selain Menanti yang paling sulung, antara lain Boss Fernando Simbolon (16), Baen parningotan (14), Margaret l Simbolon (12), Risna Simbolon (8), Gabetua Simbolon (8) dan anak paling bungsu Martogi tua Simbolon (4).

Baca juga: Suami Bunuh Pria yang Hamili Istri, Lalu Ceraikan Istri yang Mengandung: Perempuan Masih Banyak

Kini mereka hidup tanpa ayah dan ibu di rumah peninggalan orang tuanya di Ronggur Ni Huta. Ibunya sendiri sudah terlebih dulu meninggal pasa tahun 2018 lalu.

Sedangkan dua adiknya paling kecil dititipkan di Panti Asuhan.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Editor: Hendra Gunawan
Sumber: Tribun Medan
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas