Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Cerita Guru di Tanjung Riau, Masuk-keluar Hutan Demi Mengajar Murid

Melihat perjuangan Ebib yang besar, Dompet Dhuafa bersama beberapa lembaga filantropi di Riau mencoba membantu.

Cerita Guru di Tanjung Riau, Masuk-keluar Hutan Demi Mengajar Murid
Via Kompas.com
Lokasi Sekolah Dasar Negeri 016 Siambul Lokal Jauh, yang merupakan dampingan dari Dompet Dhuafa cabang Riau. Adanya sekolah tersebut, merupakan buah amanah donatur dalam rangka mencerdaskan bangsa yang menitipkan zakat, infak, sedekah dan wakafnya melalui Dompet Dhuafa.(DOK. Dompet Dhuafa) 

TRIBUNNEWS.COM, TANJUNG RIAU – Ebib Mandro adalah salah satu contoh potret guru di Indonesia dengan dedikasi dan pengorbanan yang tinggi.

Bagaimana tidak, Ebib harus rela menghabiskan empat jam waktunya menyusuri rimba pekat Dusun Talang Tanjung untuk mengajar anak-anak di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 016 Siambul Lokal Jauh, Dusun Talang Tanjung, Riau.

“Sudah hampir satu semester saya mengajar. Anak-anak yang awalnya tidak bisa baca, sekarang sudah sedikit demi sedikit berkembang,” kata Ebib dalam pernyataan tertulis yang diterima Kompas.com, Jumat (11/12/2020).

Baca juga: Cerita Nadiem Makarim Hapus UN karena Jadi Instrumen yang Justru Diskriminatif 

Melihat perjuangan Ebib yang besar, Dompet Dhuafa bersama beberapa lembaga filantropi di Riau mencoba membantu.

Hasilnya, jika empat bulan lalu Ebib harus kepayahan keluar-masuk hutan, kini ia bisa berlapang dada karena adanya bantuan dari berbagai lembaga tersebut.

“Fasilitas yang diberikan selain motor, ada juga honor guru serta sarana belajar-mengajar,” jelas Pimpinan Dompet Dhuafa Cabang Riau, Ali Bastoni, Selasa (8/12/2020).

Menurut penuturan Ali, minimnya akses dan fasilitas membuat Ebib terpaksa tidur di masjid dusun setempat selama tiga hari setiap minggunya.

Jadwal mengajar Ebib sendiri dimulai dari Senin sampai Kamis. Ia akan pulang ke rumahnya pada Kamis sore, selepas beres mengajar anak-anak.

“Lokasi sekolah dari jalan lintas kurang lebih dua jam dengan mobil atau motor. Rute perjalanan dijejali hutan sawit. Kalau hujan akan becek dan berlumpur. Belum lagi kalau bertemu babi hutan,” terang Ali.

Sebagai informasi, SDN 016 Siambul Lokal Jauh bukan merupakan sekolah lama.

Sekolah ini berdiri tidak lama sebelum pandemi Covid-19 datang.

Di daerah Siambul Lokal Jauh banyak ditemukan kasus buta huruf karena kebanyakan penduduknya belum mendapatkan akses pendidikan yang layak.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Keluar-masuk Hutan demi Mengajar, Guru di Riau Ini Kini Lega Bisa Punya Motor"

Ikuti kami di
Editor: Hasanudin Aco
Sumber: Kompas.com
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas