Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Orang Tua Susah Payah Jadi Pemulung Biayai Putrinya Kuliah, sang Anak Malah Bunuh Bayinya Sendiri

Seorang mahasiswa tega membunuh bayinya sendiri di kamar mandi di asmara komplek RSJ Soerojo di Kramat Utara, Magelang Utara.

Orang Tua Susah Payah Jadi Pemulung Biayai Putrinya Kuliah, sang Anak Malah Bunuh Bayinya Sendiri
KOMPAS.COM/IKA FITRIANA
Gelar perkara kasus pembunuhan bayi di mapolres Magelang Kota, Selasa (19/1/2021) 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Handhika Rahman

TRIBUNNEWS.COM - Seorang mahasiswa tega membunuh bayinya sendiri di kamar mandi di asmara komplek RSJ Soerojo di Kramat Utara, Magelang Utara.

Perbuatan mahasiswa tersebut membuat orang tuanya terpukul.

Pasalnya, orang tua pelaku susah payah menjadi pemulung demi bisa membiayai kuliah putrinya.

Namun, sang anak justru tega membunuh bayinya sendiri.

Diketahui pelaku berinisial RH (26), mahasiswa asal Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.

RH diketahui membunuh bayi yang baru dilahirkannya dengan cara dicekik dan disumpal mulutnya memakai kapur barus (kamper).

Baca juga: Seorang Mahasiswi Bunuh Bayinya, Cekik dan Sumpal Pakai Kapur Toilet, Kini Terancam 15 Tahun Penjara

Baca juga: Bunuh Bayinya yang Baru Lahir, Sumpal Mulut dengan Kapur Toilet, Mahasiswi Ini Ditangkap Polisi

Kini, mahasiswi itu harus mempertanggungjawabkan perbuatannya dan menjadi tahanan Polres Magelang Kota.

"Benar-benar terpukul apalagi mereka (orangtua RH),” ujar salah seorang keluarga, Rastinah (38) saat ditemui dikediaman RH di Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu, Minggu (24/1/2021).

Rastinah mengatakan, padahal kedua orangtua RH sudah bersusah payah mencari nafkah demi membiayai kuliah anaknya tersebut.

Kedua orang tuanya itu sampai rela mengadu nasib ke ibu kota.

Di sana, mereka diketahui sehari-hari bekerja sebagai pemulung.

“Seluruh penghasilan memulung sampah, digunakan untuk kepentingan kuliah keponakan saya. Namun semua sia-sia,” ujar dia.

Kini, keluarga, disampaikan Rastinah, hanya bisa pasrah dan berdoa yang terbaik untuk RH.

Kasus tersebut pun diharapkan bisa menjadi pelajaran, sehingga tidak terulang kembali.

Seperti di ketahui, RH, mahasiswi asal Indramayu terjerat kasus hukum karena membunuh bayi yang baru dilahirkannya.

Peristiwanya terjadi saat RH sedang magang di RS Jiwa Soerojo, Magelang, Jawa Tengah.

Baca juga: Fakta Bayi 4 Bulan Dicekoki Miras oleh Paman, Tuang Bir dan Minuman Energi agar Tak Menangis

Baca juga: Bayi Perempuan Ditemukan di Madura, Tali Pusar Dipotong Menggunakan Benda Tumpul

Informasi yang diperoleh dari Polres Magelang Kota menyebutkan, RH membunuh jabang bayi yang dilahirkan di dalam toilet asrama Putri Larasati, tempat tinggalnya di asrama komplek RSJ Soerojo di daerah Kramat Utara, Magelang Utara.

Peristiwa pembunuhan itu sendiri terjadi pada 11 Januari 2021 lalu, sekitar pukul 09.00 WIB.

Dilakukan pelaku Rh di dalam kamar mandi asrama. Ia membunuh bayinya dengan cara mencekik dan menyumpal mulut bayi dengan kapur barus (kamper) kamar mandi.

Artikel ini telah tayang di tribunjabar.id dengan judul Susah Payah jadi Pemulung untuk Biayai Anak Kuliah, Sang Anak Malah Membunuh Bayinya Sendiri

Editor: Nanda Lusiana Saputri
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas