Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Dianggap Gila, Pria Ini Disekap Warga di Rumahnya, Ngaku Keberatan: Saya Ingin Bebas Lalu Bekerja

 Seorang pria disekap di rumahnya sendiri. Pria tersebut mengaku keberatan dan ingin bebas

Dianggap Gila, Pria Ini Disekap Warga di Rumahnya, Ngaku Keberatan: Saya Ingin Bebas Lalu Bekerja
TribunJatim/Sofyan Arif Candra Sakti
Hengky Seryawan (27) dikurung di 'penjara' di rumah orangtuanya sendiri di Ponorogo. 

Hengky melanjutkan, saat diringkus warga ia mengaku pasrah dan tidak bisa melawan karena sudah dipukuli. Setelah itu Hengky dilarikan ke RSJ Lawang, Kabupaten Malang untuk berobat.

"Pernah dibawa ke Lawang selama 35 hari. Lalu dijemput setelah berkoordinasi dengan mereka (RSJ Lawang)," lanjutnya.

Lantas apa yang membuat perilakunya tak terkendali selama masa itu? Ada beberapa kejadian, dalam ingatan Hengky.

Depresi mulai dirasakan Hengky karena sang bapak meninggal saat bekerja di Malaysia. Ia lalu diobatkan oleh saudaranya dengan imbalan tanah ayahnya.

Ada kesan, Hengky merasa bahwa saudaranya masih meminta biaya pengobatan padahal sudah mendapat imbalan tanah warisan. "Betul uangnya dari sana, tetapi kan sudah ada imbalan tanah. Jadi (kenapa) biayanya diungkit-ungkit," jelas Hengky.

Dan mungkin kejadian lain adalah saat Hengky sempat bekerja di Malaysia. Saat itu ia juga mempunyai istri dan seorang anak. "Saya sudah ditinggal istri sejak 2015. Kalau anak saya sudah ikut neneknya," tutupnya.

Sekarang pun Hengky harus melalui hari-harinya di ruangan yang bak pemasungan. Padahal ia masih muda, produktif dan ingin bekerja.

Walaupun merasa waras, Hengky bersedia jika kembali dirawat ke rumah sakit atau menjalani pengobatan lainnya. "Saya ingin bebas, lalu bekerja. Kalau begini kan tidak ada solusinya," sesal Hengky.

Ibund Hengky, Nur Hayati sendiri sebenarnya menginginkan Hengky bebas.

Menurut Nur Hayati, anak sulungnya tersebut sehat baik fisik maupun mental.

Halaman
123
Ikuti kami di
Editor: Miftah
Sumber: Surya
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas