Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Jadi Destinasi Wisata Baru dan Tumbuhkan Parekraf, Sandiaga Dukung Pembangunan Bandung Freedom Park

Merujuk mahakarya I Nyoman Nuarta, Sandi mendukung penuh pembangunan Bandung Freedom Park yang terintegrasi dengan Kereta Cepat Jakarta-Bandung

Jadi Destinasi Wisata Baru dan Tumbuhkan Parekraf, Sandiaga Dukung Pembangunan Bandung Freedom Park
ist
Sandiaga Salahuddin Uno mendukung penuh pembangunan Bandung Freedom Park usai berdiskusi dengan Seniman, I Nyoman Nuarta di Museum Nyoman Nuarta, Jalan Setra Duta Hegar, Ciwaruga, Parongpong, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat pada Senin (22/2/2021). 

TRIBUNNEWS.COM, BANDUNG - Jadi destinasi wisata baru hingga berpotensi menumbuhkan ekonomi kreatif serta menyerap banyak lapangan kerja, Menteri Pariwisata dan ekonomi Kreatif (Menparekraf) Republik Indonesia, Sandiaga Salahuddin Uno mendukung penuh pembangunan Bandung Freedom Park.

Dukungan tersebut disampaikan Sandiaga Uno usai berdiskusi dengan Seniman, I Nyoman Nuarta di Museum Nyoman Nuarta, Jalan Setra Duta Hegar, Ciwaruga, Parongpong, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat pada Senin (22/2/2021).

Sandiaga Uno mengaku antusias ketika pelopor Gerakan Seni Rupa Baru itu menyampaikan Bandung Freedom Park akan menjadi destinasi baru di Bandung.

soekarno bandung1
Patung Soekarno

Terlebih, kawasan yang termasuk dalam Pengembangan Kawasan Kota Walini Raya itu akan menghadirkan Patung Raksasa Sang Proklamator, Soekarno.

Patung Bung Karno itu pun disebut tidak kalah dengan mahakarya I Nyoman Nuarta lainnya, seperti Patung Garuda Wisnu Kencana (GWK) di Badung, Bali; Monumen Jalesveva Jayamahe di Surabaya maupun Monumen Proklamasi Indonesia di DKI Jakarta.

"Ini gagasan yang besar, butuh keberanian. Karena bangsa yang besar ini butuh karya-karya yang besar," ungkap Sandiaga Uno mengutip pernyataan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo ketika meresmikan GWK pada Sabtu (22/9/2018).

Baca juga: Survei Terbaru PPI: Elektabilitas AHY Geser Sandiaga Uno

"Kita lihat visi bapak 28 tahun sampai 30 tahun. GWK, sekarang saya lihat dari kantor saya lihat, kebetulan kantor saya sekarang ini di Poltek (Politeknik Pariwisata Bali) pak. Dan itu jadi sebuah ikon, monumen yang tentu akan menjadi kenangan bagi generasi mendatang," tambahnya.

Merujuk sejumlah mahakarya I Nyoman Nuarta, Sandiaga Uno mendukung penuh pembangunan Bandung Freedom Park yang terintegrasi dengan Kereta Cepat Jakarta-Bandung .

Mengingat, Kota Walini Raya yang merupakan salah satu Kawasan Transit Oriented Development (TOD) yang dikembangkan oleh PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) itu merupakan bentuk kolaborasi dari berbagai pihak.

Di antaranya Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Kementerian perhubungan hingga Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Kemnkomarves) Republik Indonesia bersama pihak swasta.

Baca juga: Program Donor Plasma Konvalesen BUMN Diharapkan Picu Pendonoran Skala Nasional

"(Pembangunan) di Jawa Barat tentunya kita dukung, dan kita perlu ikon ya, karena itu project besar juga, kereta cepat pertama bagi Indonesia, mungkin akan makan waktu beberapa waktu ke depan," ungkap Sandiaga Uno.

"Saya sepakat, saya ini dulu kan pengusaha juga, kalau proyek nggak jalan-jalan ya uangnya juga nggak jalan. Kita dukung pak, kita dukung," ujarnya menegaskan.

Sandiaga Uno pun berharap agar kawasan yang berlokasi di lembah berbukit di Kecamatan Cikalong Wetan, Kabupaten Bandung Barat itu dapat segera terealisasi.

Karena diyakininya, Bandung Freedom Park dapat memacu geliat pariwisata maupun ekonomi kreatif yang berujung terciptanya banyak lapangan kerja.

"Jadi, bukan hanya keretanya yang cepat, tapi pembangunan Bandung Fredom Park juga cepat," ungkap Sandiaga Uno.

Ikuti kami di
Penulis: Yulis
Editor: Eko Sutriyanto
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas