Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Reses, GKR Hemas Terima Keluhan Kawanan Kera Turun dari Merapi

Adanya kerusakan terhadap tanaman sumber makanan di Bukit Plawangan yang menjadi habitat kera ekor panjang tersebut

Reses, GKR Hemas Terima Keluhan Kawanan Kera Turun dari Merapi
ist
GKR Hemas 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Hasiolan Eko Purwanto

TRIBUNNEWS.COM, YOGYAKARTA - Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD-RI) asal DI Yogyakarta Gusti Kanjeng Ratu Hemas menampung pengaduan warga dalam kesempatan reses di Kaliurang, Hargobinangun, Pakem, Sleman, Selasa (2/3/21).

Yuyun, perwakilan pedagang di kawasan wisata Tlogo Putri mengeluhkan banyaknya kera ekor panjang yang turun dari hutan dan menjarah barang dagangan di kios-kios di kawasan itu.

"Gusti Ratu, mohon perhatiannya. Itu kalau dagangannya kami jaga, keranya tidak nyuri tapi merusak genteng. Kami serba salah karena ada imbauan untuk tidak memberi makan binatang dari pengelola kawasan," kata Yuyun.

Merespon keluhan tersebut, GKR Hemas langsung meneruskan keluhan kepada perwakilan Badan Lingkungan Hidup DIY, Wawan Setyo yang turut hadir dalam pertemuan di halaman salah satu tempat peristirahatan milik Keraton Yogyakarta itu.

Menurut Wawan, serangan kera ekor panjang itu terjadi kemungkinan karena menipisnya persediaan pakan di lereng Merapi.

Dia menduga, ada kerusakan terhadap tanaman sumber makanan di Bukit Plawangan yang menjadi habitat kera ekor panjang tersebut.

Baca juga: Aksi Bejat Bos Kerap Berbuat Asusila Terhadap 2 Karyawatinya, Korban Pasrah Karena Pelaku Bawa Keris

Untuk itu, pihaknya berjanji akan segera melakukan kajian mengenai kemungkinan penanaman beberapa jenis tanaman yang menghasilkan pakan bagi kera- kera tersebut.

"Segera kami lakukan kajian, agar segera bisa disediakan sumber pakan yang memadai bagi kera- kera tersebut," jelas Wawan.

GKR Hemas menyebut, penanganan kawanan kera yang dianggap sebagai hama tersebut perlu dilakukan secara hati-hati dengan mempertimbangkan kelestariannya.

Halaman
12
Ikuti kami di
Penulis: Hasiolan Eko P Gultom
Editor: Eko Sutriyanto
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas