Tribun

Erupsi Gunung Merapi

UPDATE Gunung Merapi 13 Maret 2021: Teramati 7 Kali Guguran Lava Pijar

Asap kawah teramati berwarna putih dengan intensitas sedang hingga tebal dan tinggi 50 m di atas puncak kawah.

Editor: Dewi Agustina
UPDATE Gunung Merapi 13 Maret 2021: Teramati 7 Kali Guguran Lava Pijar
Dok BPPTKG
Foto Gunung Merapi Kamis (11/3/2021) pukul 06.05 WIB via PGM Selo. Visual Merapi tampak, suhu udara 14.0 °C, kelembaban 77 persen, pressure 836.9 hpa, angin tenang, cuaca cerah berawan. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Ardhike Indah

TRIBUNNEWS.COM, YOGYA - Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mencatat, Sabtu (13/3/2021) pukul 00.00 hingga 06.00 WIB terjadi 7 kali guguran lava pijar Gunung Merapi dengan jarak luncur maksimal 1 km ke arah barat daya.

Pada periode ini, gunung tampak jelas, kabut 0-I, kabut 0-II, hingga kabut 0-III.

Asap kawah teramati berwarna putih dengan intensitas sedang hingga tebal dan tinggi 50 m di atas puncak kawah.

Dalam periode itu, juga terjadi 32 kali gempa guguran dengan amplitudo 3-16 mm berdurasu 11-70 detik.

Juga, ada 2 gempa hembusan dengan amplitudo 4-5 mm dan durasi 15 detik.

Baca juga: Awan Panas Guguran Gunung Merapi Meluncur Sejauh 1.000 Meter

Baca juga: Kubah Lava Gunung Merapi di Tengah Kawah Lebih Besar, Mengarah ke Barat

Tercatat juga gempa tektonik lokal sekali dengan amplitudo 2 mm dan durasi 21 detik.

Secara meteorologi, cuaca berawan, mendung, dan hujan. Angin bertiup lemah hingga sedang ke arah timur.

Suhu udara 13-27 °C, kelembaban udara 68-95 %, dan tekanan udara 569-704 mmHg. Volume curah hujan 9 mm per hari.

Kepala BPPTKG, Hanik Humaida menyampaikan, Gunung Merapi sampai saat ini masih berstatus siaga (level III).

Potensi bahaya saat ini, kata Hanik, berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya, meliputi sungai Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih sejauh maksimal 5 km.

Sedangkan, lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

Hanik mengatakan, daerah di luar potensi daerah bahaya saat ini kondusif untuk beraktivitas sehari-hari.

"Diharapkan dapat berlangsung seterusnya. Namun, jika terjadi perkembangan erupsi yang mengarah ke daerah tersebut setidaknya masyarakat sudah memanfaatkan waktu yang ada dengan baik. Hal ini sesuai dengan konsep living harmony dengan Merapi," tandasnya. (ard)

Artikel ini telah tayang di Tribunjogja.com dengan judul UPDATE Gunung Merapi, Pagi Ini Teramati 7 Kali Guguran Lava Pijar Jarak 1 Kilometer ke Barat Day

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas