Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Kelompok Pemeras yang Ngaku Anggota Polisi Diciduk, 9 Kali Beraksi di Kediri dan Tulungagung

Polisi menyita uang sisa hasil kejahatan kelompok ininamun  mereka juga mengaku, kadang memberikan uang kepada Wanda, perempuan yang jadi umpan

Kelompok Pemeras yang Ngaku Anggota Polisi Diciduk,  9 Kali Beraksi di Kediri dan Tulungagung
ISTIMEWA/TRIBUNJATIM.COM
Tiga tersangka komplotan pemerasan yang ngaku-ngaku polisi sebelum dimasukkan ruang tahanan Mapolres Tulungagung. 

Laporan Wartawan Tribun Jatim David Yohanes

TRIBUNNEWS.COM, TULUNGAGUNG - Satu komplotan pemerasan dengan modus ngaku-ngaku sebagai polisi Tim Khusus Macan Agung Satrekrim Polres Tulungagung.

Untuk menjerat mangsanya, kawanan ini memanfaatkan seorang perempuan yang mengunggah status “Open BO” di media sosial.

Saat korban akan berkencan dengan umpan, tiga tersangka menggerebek kamar dan mengintimidasi korban.

Komplotan mengaku sebagai polisi lalu menawarkan uang damai agar perkaranya tidak diteruskan.

Tiga tersangkaa anggota komplotan itu adalah Adi Indra Guna (35) warga  Perum Delta Kuto Anyar Kecamatan Tulungagung, Dany Setiawan (36) warga Desa/Kecamatan Kedungwaru dan Sujianto (44) alias Jliteng warga Dusun Dwiwibowo  Desa/Kecamatan Kedungwaru.

Baca juga: IRT di Bengkulu Jadi Tersangka Kasus Pemerasan dan Pengancaman, Korbannya Mantan Camat

Dalam penyidikan, polisi mengungkap serangkaian pemerasan yang dilakukan kawanan ini.

“Ada uang Rp 3.100.000 di tangan DS (Dany) ternyata bukan dari korban yang melapor.

Itu uang dari sejumlah TKP,” terang Kasubag Humas Polres Tulungagung, Iptu Tri Sakti Saiful Hidayat.

Polisi sementara berhasil mengungkap 9 kasus dengan modus “Open BO”, tujuh di Tulungagung dan dua di Kediri.

Halaman
12
Ikuti kami di
Editor: Eko Sutriyanto
Sumber: Tribun Jatim
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas