Tribun

Cuaca Ekstrem di Indonesia Timur

Hilang Terbawa Air Bah, Laurnsius Histeris Lihat Jenazah Ibunya Tergeletak di Pantai

Selain banjir, sejumlah lokasi pun terjadi tanah longsong hingga mengakibatkan banyak korbaan berjatuhan.

Editor: Hendra Gunawan
zoom-in Hilang Terbawa Air Bah, Laurnsius Histeris Lihat Jenazah Ibunya Tergeletak di Pantai
Ricko Wawo/Pos Kupang
TNI dan warga menggotong seorang warga yang jadi korban banjir di wilayah Ile Ape, Kabupaten Lembata, Minggu 4 April 2021. 

TRIBUNNEWS.COM, KUPANG -- Hujan lebat yang terjadi dalam beberapa hari belakangan di Nusa Tenggara Timur menyebabkan terjadinya bencana alam banjir dan longsor.

Selain banjir, sejumlah lokasi pun terjadi tanah longsong hingga mengakibatkan banyak korbaan berjatuhan.

Sejumlah daerah melaporkan bahwa korban manusia banyak yang ditemukan meninggal dunia.

Di Kabupaten Lembata misalnya, sejumlah korban jiwa ditemukan sudah tak bernyawa usai diterpa banjir bandang.

Adalah Lorensius Latu (65). Lorensius sangat merasakan duka, pasalnya sang ibu kandung menjadi korban dalam benca alam tersebut.

Baca juga: Banjir Bandang dan Tanah Longsor di Flores Timur: 44 Orang Meninggal, 7 Lainnya Hilang

Naas memang, peristiwa yang dialami oleh Lorensius dan warga lainnya tak pernah diduga sebelumnya. Jika memang alam memberikan tanda-tanda, yang jelas banyak warga selamat.

Namun, kejadian begitu tiba-tiba. Semua tak menyangka akan peristiwa tersebut.

Lorensius yang warga desa Amakaka tak kuasa menahan tangis pagi itu.

Lorensius histeris seketika. Ia menangis tak karuan ketika melihat jenazah ibunya, Maria Bengang Geruoda (80).

Baca juga: Sungai Benenain di Malaka Tengah NTT Meluap, Warga Terjebak Banjir, Mereka Kelaparan

Maria Bengang ditemukan sudah tak bernyawa di Pantai Desa Tanjung Batu, Kecamatan Ile Ape, Kabupaten Lembata, Minggu 4 April 2021 pagi.

Menurut Lorensius, ibunya sejak malam berada di rumahnya di Desa Tanjung Batu.

Banjir bandang yang berasal dari arah Gunung Ile Lewotolok menyeret dan menghanyutkan sejumlah rumah di wilayah Desa Waowala, Tanjung Batu, Amakaka dan Lamawara.

Baca juga: Banjir Bandang dan Tanah Longsor di Flores Timur: 44 Orang Meninggal, 7 Lainnya Hilang

Menurut Lorensius, sang ibu merupakan salah satu korban meninggal dunia yang ditemukan pada pagi hari di tepi pantai.

"Mama ditemukan sudah meninggal," kata Lorensius pasrah sambil menangis.

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas