Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Grup G - Matchday 1
Selasa, 16 Juni 2026 | 02:00 WIB
Belgium
Belgia
1 - 1
Egypt
Mesir
Grup H - Matchday 1
Selasa, 16 Juni 2026 | 05:00 WIB
Saudi Arabia
Arab Saudi
1 - 1
Uruguay
Uruguay
Grup G - Matchday 1
Selasa, 16 Juni 2026 | 08:00 WIB
Iran
Iran
2 - 2
New Zealand
Selandia Baru
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Surplus Beras Sejak 2016, Kalsel Cetak Sejarah Ketahanan Pangan

Produksi beras Kalsel tahun 2020 mencapai 1,35 juta ton sementara kebutuhan masyarakatnya dengan jumlah penduduk 4,3 juta jiwa hanya sekitar 400 ton

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Sanusi
Editor: Eko Sutriyanto
zoom-in Surplus Beras Sejak 2016, Kalsel Cetak Sejarah Ketahanan Pangan
ist
ILUSTRASI -- Kalimantan Selatan (Kalsel) boleh berbangga. Pasalnya provinsi ini mampu mencetak sejarah yang cemerlang dalam hal ketahanan pangan. 
Memuat video…

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Sanusi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kalimantan Selatan (Kalsel) boleh berbangga.

Pasalnya provinsi ini mampu mencetak sejarah yang cemerlang dalam hal ketahanan pangan.

Hampir setiap tahun, Kalsel mencatat surplus beras.

Di tengah rencana pemerintah pusat untuk kembali mengimpor beras, Dinas Pertanian Kalsel berharap agar beras itu tak masuk ke Kalsel.

Kepala Dinas Pertanian Kalsel Syamsir Rahman mengatakan, produksi beras Kalsel pada tahun 2020 mencapai 1,35 juta ton sementara kebutuhan untuk Kalsel dengan jumlah penduduk 4,3 juta jiwa hanya sekitar 400 ribu ton.

"Kebutuhan kita untuk Kalsel dengan 4,3 juta jiwa hanya 400 ribu ton setahun.

Rekomendasi Untuk Anda

Itu berarti kita surplus dan kita penyangga pangan nasional urutan ke 11 diluar Jawa," ujar Syamsir Rahman beberapa waktu lalu.

Penghargaan

Koordinator Koalisi Rakyat Banjar di Banjarmasin Zul Fahmi mengatakan sejak 2016 hingga saat ini, Kalsel mampu terus mengenjot produksi berasnya dan setiap tahun terus mengalami peningkatan.

Baca juga: 5 Poin Inti Laporan WHO Terkait Asal Usul Covid-19 di Wuhan: Kemungkinan Besar Berasal dari Hewan

Sejak tahun 2016, Kalsel sudah memperoduksi sebanyak 2 juta ton gabah (setara dengan 1,4 juta ton beras). Hal ini terus meningkat hingga saat ini.

Tidak mengherankan bila Kementerian Pertanian (Kementan) menyebut Kalsel merupakan salah satu penyanggah pangan nasional.

"Dan di tahun 2020 Kalsel di bawah kepemimpinan Gubernur Sahbirin atau yang sering dipanggil Paman Biri, memperoleh penghargaan di Kementerian Pertanian karena berhasil mengamankan stok pangan selama pandemi Covid-19," katanya, Sabtu (3/4/2021).

“Kementerian Pertanian sudah kasih apresiasi. Itu salah satu wujud pengakuan di tingkat nasional,” ujarnya.

Menurut Zul Fahmi, kemampuan Kalsel tetap mengamankan stok pangan di tengah pandemi covid-19 yang membuat perekonomian dunia dan nasional bergerak lambat bahkan defisit merupakan prestasi yang tidak tangung-tanggung.

Hal tersebut bisa dikatakan menjadi cahaya harapan di tengah lesunya perekonomian.

Baca juga: Pemerintah Ribut Mau Impor Beras, Bos Bulog Malah Mau Ekspor ke Arab

Apalagi keberhasilan ini terkait masalah pangan yang merupakan kebutuhan mendasar rakyat dan bisa menimbulkan instabilitas bila tak terpenuhi.

“Sampai sekarang, capaian itu masih berlanjut,” ujar Fahmi.

Fahmi menjelaskan, catatan emas dalam semua keberhasilan ini memang tidak terlepas dari tangan dingin kepemimpinan Gubernur Sahbirin.

Kemampuannya melakukan transformasi pertanian dengan pendekatan teknologi dan menyemangati petani Kalsel.

“Kami berharap prestasi ini terus dipertahankan,” kata Fahmi.

Paman Birin, ujar Fahmi, juga merupakan tipikal pemimpin yang sangat memperhatikan peningkatan kesejahteraan para petani.

Peningkatan kesejahteraan petani adalah harga mati bagi Paman Birin. Kecintaannya pada petani meletakkan sektor pertanian menjadi primadona di Kalsel.

Hal itulah yang menjadi faktor penentu mengapa petani tetap bersemangat walau dalam kondisi perekonomian yang lesu akibat pandemi covid-19.

Satu hal yang juga menarik dari Paman Birin adalah kemampuannya dalam menggerakkan roda ekonomi dengan melihat potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia di Kalsel.

“Ekonomi di Kalsel, meski sempat terdampak Covid-19 sekarang sudah berkembang lagi,” ujarnya.

Kalsel memang terkenal memiliki lahan yang demikian luas. Namun bila tak dikelola dengan cerdas maka bisa saja akan sia-sia dan menjadi lahan tak produktif. Di sinilah kejelian seorang Paman Birin dalam mengenjot potensi Kalsel untuk kemakmuran dan kesejahteraan rakyat Kalsel.

Pendekatan yang bersahabat serta kejelian dalam melihat potensi peluang untuk rakyat merupakan bagian yang menonjol dari Paman Birin. Di samping itu, kemampuannya menggerakkan organisasi pemerintahan dengan profesional dan rasa tanggungjawab meletakkan pemerintah hadir sebagai pelayan rakyat.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas