Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Lebaran 2021

Hingga H-3 Lebaran THR Belum Cair, Ratusan Karyawan di Bandung Lakukan Unjuk Rasa

Tunjangan Hari Raya dan dana normatif karyawan garmen PT. Masterindo Jaya Abadi, di Cibuntu, Bandung Kulon, Kota Bandung

Hingga H-3 Lebaran THR Belum Cair, Ratusan Karyawan di Bandung Lakukan Unjuk Rasa
Wildan Noviansyah/Tribun Jabar
Suasana aksi unjuk rasa di depan PT. Masterindo Jaya Abadi, Cibuntu, Bandung Kulon, Kota Bandung lakukan unjuk rasa, Senin (10/5/2021) 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Wildan Noviansah

TRIBUNNEWS.COM, BANDUNG -  Hingga H-3 Lebaran 2021 Tunjangan Hari Raya (THR) dan dana normatif karyawan garmen PT. Masterindo Jaya Abadi, di Cibuntu, Bandung Kulon, Kota Bandung tak kunjung turun.

Hal ini menyebabkan ratusan karyawan perusahaan tersebut melakukan aksi unjuk rasa, Senin (10/5/2021).

Novy, salah satu koordinator unjuk rasa dari Federasi Serikat Pekerja Tekstil Sandang dan Kulit Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (FSP TSK SPSI) mengatakan, sebelumnya banyak karyawan mengalami Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

Baca juga: Lebaran, Bareksa Tawarkan Investasi THR ke Reksadana

Namun, upah pekerja sebagai karyawan dan THR tak kunjung diberikan kepada karyawan.

"Banyak pekerja disini yang di PHK beberapa saat lalu, tapi sebelumnya sudah bekerja terlebih dahulu. Tapi dana pesangon dan THR belum turun. Padahal perusahaan ini sudah mau tutup," katanya saat ditemui, Senin (10/5/2021).

Sebelumnya, pihak karyawan sudah melalukan pelaporan ke Pengadilan Hubungan Industrial (PHI). Berdasarkan putusan PHI, perusahaan mengumumkan akan tutup permanen.

Baca juga: Kemnaker Terima 1.176 Pengaduan THR, Ini Cara Lapor Pelanggaran THR

"Kita sebelumnya melakukan pengajuan ke PHI, dan disimpulkan akan tutup permanen,"

Kendati demikian, pihak PT. Masterindo Jaya Abadi keberatan dengan pesangon yang harus diberikan kepada para pekerja dengan nominal Rp 118 Miliar.

Terkait hal tersebut, Novy mengatakan pihak perusahaan kemudian melakukan kasasi ke Mahkamah Agung (MA).

Halaman
12
Ikuti kami di
Editor: Hendra Gunawan
Sumber: Tribun Jabar
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas