Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Satu Kampung di Sleman Banyak yang Positif Covid-19, Ini Penjelasan dan Kronologinya

Penularan Covid-19 Klaster Padukuhan Ngaglik RT 1 dan RT 2 Desa Caturharjo, Sleman, Kabupaten Sleman jadi atensi pemerintah.

Satu Kampung di Sleman Banyak yang Positif Covid-19, Ini Penjelasan dan Kronologinya
Shutterstock
Ilustrasi virus corona covid-19.(Shutterstock) 

Sementara, tracing di RT 02 atau dari pasien yang dirawat di RS Merah Putih Kabupaten Magelang didapati 5 orang pemilik riwayat kontak erat positif COVID-19.

Selain itu ada 6 orang lain yang diketahui terpapar corona berdasarkan hasil tes PCR mandiri. Meski begitu, 6 orang lain yang terpapar corona ini tidak ada hubungan dengan pasien RT 02 yang meninggal di RS Merah Putih Kabupaten Magelang.

Menurutnya, enam warga itu ikut tes PCR lantaran merasa badannya demam. Dari data awal yang didapat, ada sekitar 14 kasus ditambah 2 kasus awal warga RT 01 dan RT 02.

Untuk memetakan penyebaran, pihaknya pun segera melakukan tes swab PCR untuk 216 warga RT 01 dan RT 02 saja di hari Sabtu (22/5/2021).

“Betul, sekitar 216 orang warga RT 01 dan RT 02 diminta untuk menjalani tes PCR. Kami langsung tes PCR,” ungkapnya kepada Tribun Jogja, Selasa (25/5/2021).

Dijelaskannya, dari 216 warga itu, ditemukan sekitar 32 orang orang yang positif virus corona. “Sabtu kami PCR, ada 32 orang yang terkena corona. Kemudian Selasa pagi ini ada 25 orang dibawa ke asrama haji. Mereka semua tidak menolak dibawa,” tambahnya.

Data Tribun Jogja, setidaknya ada 6 ambulans yang membawa 25 orang menuju Fasilitas Kesehatan Darurat COVID-19 (FKDC) Asrama Haji.

Sementara, 3 orang lainnya dirujuk ke RS, 2 perempuan menyusui dan sisanya isolasi mandiri.

“Yang isoman itu karena mereka juga menunggu orang tua yang sudah sepuh, kebetulan terpapar Covid-19. Jadi, orang-orang yang terjangkit sebenarnya sudah tidak di sini. Semua di asrama haji,” tandasnya.

Dia berharap, semua warga yang terjangkit Covid-19 bisa kembali sehat dan beraktivitas.“Kami juga sudah menerapkan jam malam. Jam 20.00 sudah tidak ada yang keluar,” tandasnya.

Halaman
1234
Editor: Muhammad Barir
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas