Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Idariyani Panen di Kebun Orangtuanya Sendiri, Nyaris Mati Dicekik Mantan Suami yang Merasa Memiliki

Idariyani (39), warga Desa Terantang, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau, jadi korban penganiayaan. Pelakunya mantan suami.

Idariyani Panen di Kebun Orangtuanya Sendiri, Nyaris Mati Dicekik Mantan Suami yang Merasa Memiliki
ist
Ilustrasi penganiayaan 

Melihat korban dianiaya, anaknya yang paling tua akhirnya melerai dan barulah adik terduga pelaku melepaskanya.

Setelah itu, korban pergi dengan warga setempat menggunakan perahu mesin.

Usai kejadian tersebut, korban langsung melaporkan suami dan adik suaminya ke Polsek Tambang atas kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dan penganiayaan secara bersama-sama.

Cerai secara agama

Idariyani menjelaskan, statusnya dengan terduga pelaku sudah bercerai secara agama sejak 7 Desember 2020 lalu.

Sedangkan cerai secara hukum negara masih dalam proses di Pengadilan Agama Kota Pekanbaru, Riau.

Suami nikah siri dengan wanita lain, pengajuan cerai masih dalam proses.

"Dia ajukan kasasi. Tapi, gugatan pertama dan kedua sudah cerai. Dia tidak mau pisah sama saya, tapi saya tak anggap dia suami lagi. Saya sudah tak tahan dianiaya. Dia pun juga sudah nikah siri dengan wanita lain."

"Jadi, kebun sawit tak boleh dipanen sama dia, padahal punya orangtua saya. Hasil panen juga buat biaya sekolah dan makan dua anak sama saya. Anak yang paling tua sama dia (suami)," kata Idariyani.

Sejak menikah 1999 silam, Idariyani juga mengaku sudah sering mengalami kekerasan dari suaminya. Mulai dari dipukul, ditendang, ditampar hingga kepala dibenturkan ke dinding.

Halaman
1234
Editor: Willem Jonata
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas