Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Idariyani Panen di Kebun Orangtuanya Sendiri, Nyaris Mati Dicekik Mantan Suami yang Merasa Memiliki

Idariyani (39), warga Desa Terantang, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau, jadi korban penganiayaan. Pelakunya mantan suami.

Idariyani Panen di Kebun Orangtuanya Sendiri, Nyaris Mati Dicekik Mantan Suami yang Merasa Memiliki
ist
Ilustrasi penganiayaan 

Sementara itu, Kuasa Hukum Idariyani, Noval Setyawan mengaku akan terus mengawal kasus kliennya sampai pelaku ditangkap dan dihukum.

Baca juga: Dibangunkan Oleh Teman Dekatnya Untuk Sahur, Badan Marsilah Sudah Kaku, Diduga Korban Penganiayaan

"Ibu Idariyani sudah buat laporan di Polsek Tambang. Kita dampingi setelah buat laporan. Kita dari LBH (Lembaga Bantuan Hukum) Pekanbaru mendampingi korban dan juga mendampingi beberapa saksi yang dihadirkan di polsek," kata Noval saat dihubungi Kompas.com melalui sambungan telepon, Sabtu malam.

Dia mengatakan, laporan yang dibuat kliennya ke Polsek Tambang, yaitu dugaan KDRT dan penganiyaan secara bersama-sama.

Menurutnya, Jumat (4/6/2021), petugas Polsek Tambang sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Saat ini masih menunggu proses penyelidikan dari kepolisian.

"Kita akan terus kawal dan sekarang menunggu hasil penyelidikan polisi," kata Noval.

Terkait hubungan pelapor dengan terlapor, Noval mengatakan saat ini masih berstatus sebagai suami istri dalam hukum negara. Karena belum ada dokumen perceraian.

"Secara hukum negara kita, kasus perceraiannya sedang proses kasasi di Mahkamah Agung (MA). Kalau secara agama sudah tidak sah (suami istri)," sebut  Noval.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Suami Cekik Istri, Dibantu Adik dan Disaksikan Anak Pertama, gara-gara Rebutan Harta

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas