Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

PKS Tegaskan Masih Mesra dengan PDIP di Kota Semarang

Ketua PKS Kota Semarang, Suharsono sendiri menegaskan dirinya sangat menghargai sikap pengurus partai di tingkat pusat.

PKS Tegaskan Masih Mesra dengan PDIP di Kota Semarang
Tribun Jateng/Hermawan Handaka
Warga melintas di depan Gedung Lawang Sewu yang merupakan landmark Kota Semarang dan Jawa Tengah, Minggu (6/6/21). Lawang Sewu dibangun sebagai kantor pusat Perusahaan Kereta Api Hindia Belanda. Gedung ini berlokasi di samping Bundaran Tugu Muda, Kota Semarang. Lawang Sewu, dulu disebut dengan Het Hoofdkantoor van de Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatscappij, dibangun pada 27 Februari 1904. Lawang Sewu yang berarti gedung dengan seribu pintu. Namun pintu gedung ini tidak berjumlah 1.000. Total hanya 928 pintu dengan 425 frame, dan 114 ruang kerja tidak termasuk ruang meeting. PT KAI telah membuka kembali obyek wisata Museum Lawang Sewu Semarang, Jawa Tengah, yang sempat ditutup selama beberapa waktu akibat pandemi COVID-19. Semua pengunjung yang ingin berwisata di Lawang Sewu wajib memakai masker sebagai upaya penyebaran Covid 19. (Tribun Jateng/Hermawan Handaka) 

TRIBUNNEWS.COM - Meski peta koalisi PDI Perjuangan dan PKS jelang pemilu 2024 di tingkat pusat sedikit memanas karena disebut berseberangan secara ideologi, PKS Kota Semarang justru terang - terangan mengaku hingga saat ini masih mesra dengan PDI Perjuangan di ibu kota Jawa Tengah. Hal itu terungkap saat pengurus PKS Kota Semarang bertandang ke kantor PDI Perjuangan Kota Semarang untuk bersilaturahmi, Senin (7/6).

Ketua PKS Kota Semarang, Suharsono sendiri menegaskan dirinya sangat menghargai sikap pengurus partai di tingkat pusat. Namun meskipun begitu, di sisi lain Suharsono menuturkan bahwa dia bersama jajaran pengurus PKS di Kota Semarang memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga hubungan dengan PDI Perjuangan. Dirinya juga menekankan akan selalu mendukung kepemimpinan Ketua PDI Perjuangan Kota Semarang, Hendrar Prihadi, sebagai Wali Kota Semarang.

"PKS ini bagian dari koalisi pemerintah mas Hendi, sehingga kami memiliki tanggung jawab secara moral dan secara struktural untuk senatiasa mensupport beliau. Kami menghargai sikap dari pengurus pusat, tapi kewajiban kami untuk bersilaturahim dengan PDI Perjuangan di tingkat kota ini memang senantiasa kita jaga, saya kira itu," terang Suharsono. "Kami mengapresiasi kerja - kerja Pak Wali Kota yang selama ini sudah luar biasa, untuk juga kemudian PKS ini mampu berkontribusi membangun Kota Semarang bersama Pak Walikota," tambahnya.

Sementara itu, Sekretaris PDI Perjuangan Kota Semarang, Kadarlusman menekankan menerima silaturahmi PKS karena partai yang kini berganti warna logo menjadi oranye tersebut, turut mengantarkan Hendrar Prihadi sebagai kader PDI Perjuangan menjadi Wali Kota Semarang. Kadarlusman pun menegaskan bertandangnya PKS ke PDI Perjuangan merupakan kegiatan silaturahmi biasa, dan tidak memiliki agenda khusus, apalagi terkait sinyal peta koalisi di tingkat pusat.

"Kita ini sebagai tuan rumah, didatangi oleh siapapun ya kita tidak bisa menolak. Kita juga tidak melihat yang di sana seperti apa, tapi kita melihatnnya di Kota Semarang. Jadi sepanjangan niatannya baik, ya kita terima dengan baik," pungkas Kadarlusman. "Kita kan tidak mungkin terus tutup pintu, kita tolak, kita belum sampai ke situ. Karena tujuan PKS juga sama seperti kita, memberikan sesuatu yang bermanfaat untuk Kota Semarang di bawah kepemimpinan Mas Hendi (Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi)," tegasnya.

Editor: Content Writer
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas