Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Diduga Berawal Acara Keagamaan, Muncul Klaster Baru Covid-19 di Ngrangsan Sleman, 36 Orang Positif

Kasus penularan di Ngrangsan bermula ketika ada 3 orang dari satu keluarga ada yang sakit dan dibawa ke rumah sakit pada 2 Juni

Diduga Berawal Acara Keagamaan, Muncul Klaster Baru Covid-19 di Ngrangsan Sleman, 36 Orang Positif
Freepik
ilustrasi virus corona -Setelah terjadi di Plosokuning V, Kalurahan Minomartani, Ngaglik kini temuan klaster keluarga juga muncul di Ngrangsan, Selomartani, Kapanewon Kalasan Sleman 

"Kita tidak lockdown. Tapi aktivitas sosial kita batasi semua. Kita juga sudah bentuk posko darurat," kata dia. 

Panewu Kalasan, Siti Angraeni mengungkapkan, warga Ngrangsan yang meninggal dunia, berusia lanjut (lansia).

Proses pemakaman juga sesuai dengan prokes.

Pandemi corona hingga kini belum berakhir. Sementara itu, waktu terus bergulir, anak-anak akan bertambah usia. Sebagai orang tua harus memikirkan tumbuh kembang anak, salah satunya adalah masalah pendidikan anak. Sebagai orangtua harus memberikan pendidikan yang terbaik untuk anak-anaknya. Berikut tips memilih sekolah terbaik untuk anak seperti akreditasi sekolah, rekam jejak sekolah, jarak sekolah, sistim program belajar, dan lingkungan sekolah apalagi mencari sekolah di masa pandemi harus selektif. (Tribun Jateng/Hermawan Handaka)
Pandemi corona hingga kini belum berakhir. Sementara itu, waktu terus bergulir, anak-anak akan bertambah usia. Sebagai orang tua harus memikirkan tumbuh kembang anak, salah satunya adalah masalah pendidikan anak. Sebagai orangtua harus memberikan pendidikan yang terbaik untuk anak-anaknya. Berikut tips memilih sekolah terbaik untuk anak seperti akreditasi sekolah, rekam jejak sekolah, jarak sekolah, sistim program belajar, dan lingkungan sekolah apalagi mencari sekolah di masa pandemi harus selektif. (Tribun Jateng/Hermawan Handaka) (TRIBUN JATENG/TRIBUN JATENG/HERMAWAN HANDAKA)

Ia mengimbau, kepada warga masyarakat untuk mentaati protokol kesehatan disetiap kegiatan.

Menurutnya, vaksinasi bukan satu-satunya pelindung. 

"Sudah divaksin bukan berarti boleh melanggar prokes. Covid-19 ini masih ada.

Kita tetap harus mematuhi Protokol Kesehatan dengan Ketat. Mudah-mudahan masyarakat memahami ini," kata dia. (rif)
 

Artikel ini telah tayang di TribunJogja.com dengan judul BREAKING NEWS: Klaster Keluarga Muncul di Ngrangsan Sleman, 36 Orang Positif, 1 Meninggal Dunia

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas