Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Ibadah Haji 2021

Kisah Suami Istri Asal Bogor Gagal Berangkat Haji, Kumpulkan Uang Hasil Jualan Sapu Lidi Sejak 1990

Damar Rahayu (51) dan Nana (49), sepasang suami istri asal Kabupaten Bogor, Jawa Barat, mengaku sedih karena gagal berangkat haji tahun ini.

Kisah Suami Istri Asal Bogor Gagal Berangkat Haji, Kumpulkan Uang Hasil Jualan Sapu Lidi Sejak 1990
Tribunnews.com/ Tribunnewsbogor.com
Kakbah di Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi (kanan) dan Calon jamaah haji pasangan suami-istri asal Kampung Bojong Sompok, RT 7/5, Desa Tegal, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor. 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Yudistira Wanne

TRIBUNNEWS.COM, BOGOR - Damar Rahayu (51) dan Nana (49), sepasang suami istri asal Kabupaten Bogor, Jawa Barat, mengaku sedih karena gagal berangkat haji tahun ini.

Warga Kampung Bojong Sompok, RT 7/5, Desa Tegal, Kecamatan Kemang, tersebut sudah bertahun-tahun menanti untuk bisa menunaikan ibadah haji.

Namun, imbas pandemi Covid-19 sudah dua musim haji, Indonesia tidak membarangkatkan calon jemaah ke Tanah Suci seiring dengan adanya kebijakan dari pemerintah Arab Saudi yang menggelar ibadah haji terbatas.

Diketahui, pasangan suami istri tersebut mendaftar menjadi calon jemaah haji sejak tahun 2013.

Damar mengatakan, pembatalan haji sudah sejak 2 tahun berimbas pada dirinya yang akan mundur lagi pemberangkatan hajinya.

"Saya nanya ke yayasan di mana saya mendaftar di Cibinong, itu infonya kalau tidak 2022 tahun 2021 ini saya berangkat katanya, tapi mendengar kabar ini dari berita bahwa tidak ada yang berangkat saya sama istri merasa sedih," ujarnya, Sabtu (12/6/2021).

Baca juga: Pemerintah Arab Saudi Rilis Syarat Keberangkatan Haji Untuk Jamin Keselamatan Jemaah

Lebih lanjut, Damar sudah meniatkan dirinya untuk pergi haji bersama istrinya setelah awal berumah tangga pada tahun 1990-an.

Sejak itu, imbuh Damar, dirinya bertekad untuk mengumpulkan uang dari hasil jualan sapunya yang ia tabung di kaleng dan celengan bambu yang dibuat.

"Saya buta huruf makanya saya nabung di kaleng dan bambu setelah terkumpul saya beliin empang dan kambing 7 ekor," katanya.

Halaman
123
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas