Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Sebelum Aksi di KPK, Koordinator BEM SI Dikirimi Peretas Makanan dari Gojek Hingga Rp 800 Ribu

Koordinator Media Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Seluruh Indonesia (SI), Muhammad Rais, mengaku dikerjai peretas.

Sebelum Aksi di KPK, Koordinator BEM SI Dikirimi Peretas Makanan dari Gojek Hingga Rp 800 Ribu
Tribunnews/Irwan Rismawan
Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam BEM Seluruh Indonesia melakukan aksi di Jalan Kuningan Persada, Gedung KPK, Jakarta Pusat, Rabu (16/6/2021). Aksi 'Selamatkan KPK' tersebut menyoroti kejanggalan terkait 75 pegawai KPK yang tak lolos tes wawasan kebangsaan (TWK) yang berujung dengan pemecatan. Tribunnews/Irwan Rismawan 

Tuntutan

Rais menyampaikan, pelemahan terhadap lembaga antirasuah tersebut telah terjadi berulang kali.

Termutakhir, 75 pegawai yang di nonaktifkan buntut TWK menjadi puncaknya.

"Kami sebagai mahasiswa akhirnya sadar, kelemahan di KPK tidal hanya terjadi sekali ini saja. Tetapi sudah seperti direncanakan. Akhirnya 75 orang yang dipecat kembali kami lihat," ungkap Rais.

Rais menambahkan, pihaknya juga sempat berkonsolidasi dengan para pegawai yang dinyatakan tidak lolos dalam TWK.

Baca juga: Jaksa KPK Sampaikan HUT PJI ke-28: Kami Sinergi dengan Aparat Penegak Hukum Lain

Tak hanya itu, diskusi publik juga beberapa kali digelar guna menyuarkan polemik TWK yang dianggap bermasalah tersebut.

"Kami sering konsolidasi bersama korban yang tergabung dalam 75 orang itu. Bahkan kami juga buat diskusi publik terkait kenapa sih hingga akhirnya mereka di nonaktifkan hingga akhirnya viral dimana-mana," jelasnya.

Dijelaskan Rais, aksi ini sudah disuarakan sejak tiga hari lalu.

Ada beberapa rangkaian aksi yang sudah dihelat sebelumnya, yakni mengirim pesan singkat melalui WhatsApp kepada Ketua KPK Firli Bahuri untuk mundur dari jabatannya hingga mengganti foto profil akun di media sosial dengan foto "Berani Jujur, Pecat".

"Kami dari dari BEM SI sudah menyuarakan aksi ini sudah dari tiga hari yang lalu. Ada tiga aksi yang kami suarakan diantaranya Pak Firli untuk mundur melalui WA, kedua mengganti foto profil di media sosial kami dengan foto 'berani jujur pecat', dan aksi hari ini yakni aksi selamatkan KPK," papar dia.

Baca juga: Lulus TWK, 1.271 Pegawai KPK Hari Ini Mulai Menjalani Pembekalan ASN

Halaman
123
Penulis: Ilham Rian Pratama
Editor: Hendra Gunawan
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas