Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Kasus Ibu Gugat Anak di Majalengka, Sri Ingin Batalkan Kutipan Ika Jadi Anaknya di Akta Lahir

Kasus seorang ibu menggugat pembatalan kutipan akta lahir digelar di Pengadilan Negeri Majalengka, Jawa Barat.

Kasus Ibu Gugat Anak di Majalengka, Sri Ingin Batalkan Kutipan Ika Jadi Anaknya di Akta Lahir
Tribun Jabar
Ika Wartika sempat datang ke rumah ibu angkatnya Sri Mulyani untuk meminta maaf terkait kasus yang sedang dihadapi. 

TRIBUNNEWS.COM, MAJALENGKA -- Kasus seorang ibu menggugat pembatalan kutipan akta lahir digelar di Pengadilan Negeri Majalengka, Jawa Barat.

Sri Mulyani alias Kwik Lioe Nio menggugat anaknya Wartika alias Auw Gien Nio.

Sudah tiga bulan lamanya proses sidang perdata perkara gugatan pembatalan kutipan akta lahir seorang anak oleh ibunya digelar.

Namun, sampai saat ini sidang yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Majalengka belum menemukan kata sepakat untuk berdamai seperti harapan para penasehat hukum kedua belah pihak.

Baca juga: Sejarah Manis Tim Panahan Indonesia yang Bisa Terulang di Olimpiade Tokyo 2021

Upaya perdamaian sejatinya terus ditempuh oleh kuasa hukum kedua belah pihak.

Mereka memberikan masukan kepada masing-masing kliennya agar konflik antara ibu dan anak ini bisa diakhiri dengan damai.

Setidaknya, sebelum majelis hakim menjatuhkan palu.

Sayang, upaya tersebut sampai persidangan ke-10 kalinya ini pada Kamis (22/7/2021) belum juga mereda.

Baca juga: Vaksin Anak Penting Dilakukan untuk Memutuskan Rantai Penularan

Padahal semua berharap perkara gugatan antara ibu dan anak ini berujung damai.

"Ya, kami akan terus berupaya mencari jalan damai, dengan terus memberikan pengertian pada mamih (Sri Mulyani alias Kwik Lioe Nio) sebagai penggugat, Namun si mamih bersikukuh pada pendiriannya, karena dia punya prinsip bahwa dirinya punya kewenangan untuk mengelola harta warisan tersebut. Ada kesepakatan yang sampai saat ini belum tercapai, tapi walaupun demikian kami akan terus memberikan pengertian pada klien kami," ujar Asep Rahman, Kuasa Hukum penggugat melalui telpon selulernya, Kamis (22/7/2021).

Halaman
123
Editor: Hendra Gunawan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas