Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Virus Corona

Vino Kini Hidup Sebatang Kara Jalani Isoman Setelah Ayah Bundanya Meninggal Karena Covid-19

Cerita pilu seorang bocah 10 tahun kini hidup sendiri setelah dua orang tuanya meninggal karena Covid-19.

Vino Kini Hidup Sebatang Kara Jalani Isoman Setelah Ayah Bundanya Meninggal Karena Covid-19
TRIBUNKALTIM.CO/ZAINUL
PANDEMI CORONA - Warga silih berganti mendatangi rumah Vino, sembari memberikan bingkisan sembako dan makanan siap saji untuk kebutuhannya di Kampung Linggang Purworejo RT 4, Kecamatan Tering, Kabupaten Kutai Barat, Provinsi Kalimantan Timur, Selasa (20/7/2021). Bocah 10 tahun ini menjadi yatim piatu setelah orangtuanya, ibu bapaknya meninggal dunia yang diketahui terpapar Covid-19. 

Mengetahui kedua orangtuanya meninggal dunia, tak membuat Vino ketakutan.

Menurut Panikem, ibunda Vino meninggal terlebih dahulu.

"Pertama diajak Budenya ke makam ibunya, diajak nyekar, kemudian dua hari kemudian, Vino diajak lagi ke sana," katanya.

Ya, selang dua hari, sang ayah tercinta meninggal dunia setelah berjuang melawan covid-19.

Saat diajak ke makam, Vino heran karena ada dua makam di sana.

Saat itu, Vino tak mengetahui jika ayahnya telah meninggal dunia.

"Diberitahu Budenya kalau itu makam ayahnya. Lalu Vino bilang 'Bapak lagi, bapak lagi', hanya mengucapkan itu saja, tidak menangis," tambahnya menjelaskan.

Hingga kini, Vino belum dapat pulang ke Sragen, lantaran tidak ada penerbangan, imbas kebijakan PPKM.

"Terakhir, tadi malam Vino telponan sama sepupunya di Sragen, ngajak main game bareng, keadaannya sehat banget, ceria," pungkasnya. (Septiana Ayu Lestari)

Artikel ini telah tayang di TribunSolo.com dengan judul Kisah Pasutri asal Sragen Meninggal karena Covid-19 : Masih Sempat Telepon Keluarga, Minta Maaf

Editor: Hendra Gunawan
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas