Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

VIRAL Pedagang Cilok Pakai Jas ala Pejabat di Mataram, Cara Bertahan dari Pandemi dan PPKM Darurat

Lutfi Ramli (34), pedagang bakso cilok asal Lingkungan Karang Kateng, Kelurahan Punia, Kota Mataram NTB menjadi perbincangan di jagat dunia maya.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in VIRAL Pedagang Cilok Pakai Jas ala Pejabat di Mataram, Cara Bertahan dari Pandemi dan PPKM Darurat
Dok. Salon Geneh dan Dok. Warga)
PEDY CILOK: Lutfi Ramli, pedagang cilok keliling di Kota Mataram yang berdandan pakai jas ala pejabat. (Dok. Salon Geneh dan Dok. Warga) 

TRIBUNNEWS.COM – Lutfi Ramli (34), pedagang bakso cilok asal Lingkungan Karang Kateng, Kelurahan Punia, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB) sedang menjadi perbincangan di jagat dunia maya.

Aksi nyentriknya berjualan cilok mengenakan jas hitam, dasi, celana, dan sepatu ala pejabat membuatnya viral di media sosial.  

Lutfi benar-benar tidak menyangka, hal itu dengan cepat menyebar dan mendapat sorotan warganet.

Kini banyak orang menghubungi dia dan mengajak berteman di media sosial.

Lutfi Ramli yang ditemui TribunLombok.com di rumahnya mengaku, hal itu dilakukan bukan semata-mata karena ingin viral.

Baca juga: Pedagang Cilok di Mataram Pakai Jas ala Pejabat, Dandan ke Salon Sebelum Jualan Keliling

Cara itu dilakukannya agar bisa bertahan di tengah sulitnya situasi akibat pandemi Covid-19.

”Awalnya sih karena kondisi pandemi ini, apalagi dengan PPKM Darurat, pedagang kecil seperti saya kesulitan sekali mendapatkan pelanggan,” kata Lutifi, di rumahnya, Rabu (28/7/2021).

BERANGKAT JUALAN: Lutfi Ramli saat hendak berangkat jualan cilok  menggunakan jas ala pejabat.
BERANGKAT JUALAN: Lutfi Ramli saat hendak berangkat jualan cilok  menggunakan jas ala pejabat. (Dok. Lutfi)
Rekomendasi Untuk Anda

Selama pandemi Covid-19 omzetnya dagangannya turun drastis.

Karena semua aktivitas masyarakat dibatasi, pembeli cilok ikut berkurang.

Ditambah situasi ekonomi yang tidak menentu membuat banyak pelanggan hilang.

Di saat itulah, dia mulai berpikir bagaimana caranya agar usaha ciloknya kembali bergairah.

Baca selengkapnya >>>>>>>>>

 
Sumber: Tribun Lombok
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas