Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Virus Corona

Pasutri Bandung Barat Jual Perabotan untuk Sambung Hidup, Tak Pernah Dapat Bantuan karena Domisili

Pasutri itu jual rice cooker Rp 5 ribu ke tukang rongsok dan speaker Rp 50 ribu, uangnya buat beli beras dan jajan anak-anak

Pasutri Bandung Barat Jual Perabotan untuk Sambung Hidup, Tak Pernah Dapat Bantuan karena Domisili
Tribun Jabar
Pasangan suami istri Ruslan Permana (31) dan Novi Sovianti (33) yang menjual peralatan rumah tangga demi bertahan hidup 

4. Jual Speaker di Facebook

Akibat kesulitan perekonomian itu, Novi harus menjual peralatan rumah tangga hingga pakaian, seperti panci, helm, rice cooker hingga yang teranyar menjual speaker yang dipajang di media sosial Facebook.

Usia anak-anak adalah masa senang bermain. Dalam bermain hendaknya orang tua ikut mendampingi dan mengajarkan sang anak mempelajari banyak hal, salah satunya belajar saling berbagi. Ini merupakan keterampilan yang harus dikuasai si kecil agar dapat membangun hubungan yang baik dengan orang lain. Berikut beberapa cara sederhana namun efektif untuk mengenalkan anak tentang berbagi seperti berbagi benda milik yaitu meminjamkan barang seperti mainan, mengajarkan saling tolong menolong dan lain sebagainya. (Tribun Jateng/Hermawan Handaka)
Usia anak-anak adalah masa senang bermain. Dalam bermain hendaknya orang tua ikut mendampingi dan mengajarkan sang anak mempelajari banyak hal, salah satunya belajar saling berbagi. Ini merupakan keterampilan yang harus dikuasai si kecil agar dapat membangun hubungan yang baik dengan orang lain. Berikut beberapa cara sederhana namun efektif untuk mengenalkan anak tentang berbagi seperti berbagi benda milik yaitu meminjamkan barang seperti mainan, mengajarkan saling tolong menolong dan lain sebagainya. (Tribun Jateng/Hermawan Handaka) (TRIBUN JATENG/TRIBUN JATENG/HERMAWAN HANDAKA)

"Jual rice cooker Rp 5 ribu ke tukang rongsok, kalau speaker Rp 50 ribu, uangnya buat beli beras dan jajan anak-anak.

Makannya saya netes air mata kalau anak minta jajan juga. Saya juga malu karena sering dikirim beras sama saudara," ujarnya.

5. Tak Pernah dapat bantuan apapun dari pemerintah

Meski perekonomiannya sudah berada diujung tanduk, ironisnya lagi, keluarga ini belum pernah mendapatkan uluran bantuan apapun dari pemerintah karena salah satu masalahnya adalah masalah domisili.

Sebab meskipun ia dan keluarganya sudah dua tahun tinggal di Cisarua, Bandung Barat, tapi Kartu Keluarganya (KK) masih berdomisili di Kota Cimahi.

"Bantuan enggak ada selama pandemi Covid-19, katanya harus bikin surat pindah," kata Novi.

6. Akan Jual Rumah dan Tinggal di Cimahi 

Rencananya untuk ke depan, ia bakal menjual rumah yang saat ini ditinggalinya selama dua tahun terakhir.

Novi dan keluarganya akan tinggali kembali di Kota Cimahi untuk mencari peluang mendapatkan pundi-pundi rupiah.

"Mau pindah lagi ke Cimahi karena kalau di sana bisa jualan atau apa yang penting bisa melanjutkan hidup," ujarnya.

Editor: Eko Sutriyanto
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas