TribunNews | PON XX Papua
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Virus Corona

Ketua RT di Magetan Meninggal Terpapar Covid Sepekan Usai Vaksinasi, Anak-Istri Dijauhi Tetangga

Kabar meninggalnya korban menyisakan keheranan bagi warga setempat lantaran Jarwanto baru sepekan lalu menjalani vaksinasi.

Ketua RT di Magetan Meninggal Terpapar Covid Sepekan Usai Vaksinasi, Anak-Istri Dijauhi Tetangga
Surya/Doni Prasetyo
Ny. Sukinem (kanan) dan putrinya memberi keterangan kepada wartawan, Jumat (30/7/2021). Ny. Sukinem merupakan istri Jarwanto, Ketua RT di Dusun Babadan, Kelurahan Tinap, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Magetan, yang meninggal terpapar Covid-19, sepekan setelah menjalani vaksinasi. 

"Kami pun tanda tangan karena takut kalau ia (Jarwanto) tidak tertolong. Almarhum meninggal kekurangan oksigen," kata Samuji.

Sementara Lurah Tinap, Suwarni mengakui bahwa selama pandemi sudah ada 13 warganya yang meninggal akibat Covid-19.

Yaitu 11 warga asli dari Kelurahan Tinap, satu orang asal Jakarta, dan satu asal Bangkalan.

"Sesuai catatan di Kelurahan Tinap, warga meninggal karena Covid-19 ada 11 orang. Dan terrakhir adalah Pak Jarwanto," kata Suwarni kepada Surya.

Belasan Warga Dusun Meninggal di Sukabumi

Sementara itu, di sebuah dusun belasan orang meninggal dalam jangka waktu satu bulan du Kabupaten, Sukabumi, Jawa Barat.

Seperti dilaporkan wartawan Tribunjabar.id M Rizal Jalaludin, peristiwa mengejutkan tersebut terjadi di Dusun Kalapa Satangkal, Desa Ciracap, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Kepala Desa Ciracap Ibrahim mengatakan, kejadian aneh itu membuat geger karena terdapat 14 warga meninggal dalam kurun waktu satu bulan.

Suasana Dusun Kalapa Satangkal
Suasana Dusun Kalapa Satangkal, Desa Ciracap, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, setelah digegerkan dengan meninggalnya belasan warga berturut-turut.

"Menurut laporan dari Kadus Kalapa Satangkal bahwa dusun itu telah terjadi kejadian warga kami meninggal dalam jangka waktu satu bulan kurang lebih 14 orang, itu hal yang tidak wajar," ujarnya, Kamis (29/7/2021) kemarin.

Ia menjelaskan, pihaknya telah bekerjasama dengan Puskesmas dan Forkopimcam untuk melakukan tes rapid secara acak kepada warga di wilayah tersebut.

Halaman
1234
Editor: Choirul Arifin
Sumber: Surya
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas