Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Virus Corona

Bukan Jemput Paksa Jenazah Covid-19, Warga Datangi RSUD Mataram karena Merasa Kehilangan Tuan Guru

Kesalahpahaman bermula, saat anak pasien yang juga dokter RSUD Kota Mataram meminta dilakukan tes cepat molekuler (TCM) kepada jenazah ayahnya.

Bukan Jemput Paksa Jenazah Covid-19, Warga Datangi RSUD Mataram karena Merasa Kehilangan Tuan Guru
TribunLombok.com/Sirtupillaili
Kapolresta Mataram Kombes Pol Heri Wahyudi. 

Sehingga proses penanganan jenazah awalnya tidak ada masalah.

Tapi terjadi kesalahpahaman saat warga ingin membawa pulang jenazah tersebut.

Kesalahpahaman bermula, saat pihak keluarga atau anak pasien yang juga dokter RSUD Kota Mataram meminta dilakukan tes cepat molekuler (TCM) kepada jenazah ayahnya.

Tes tersebut membutuhkan waktu.

Namun karena melihat situasi tidak kondusif, TCM tidak memungkinkan dilakukan.

Sehingga diputuskan manajemen rumah sakit mengantar jenazah pasien ke rumahnya di wilayah Sekarbela.

"Jadi di sini saya tekankan tidak ada penjemputan secara paksa, tetapi yang terjadi adalah pengantaran masyarakat yang merasa kehilangan. Alhmarhum adalah tuan guru di Sekarbela," tegas Heri.

Meski demikan, Kombes Pol Heri Wahyudi tidak menampik jika malam itu cukup ramai karena banyaknya warga yang mendatangi rumah sakit.

Tapi baginya, hal itu bukan bentuk upaya penjemputan paksa dari warga.

"Memang ramai karena mungkin bentuk kecintaan masyarakat terhadap tokoh masyarakat di situ," katanya.

Halaman
1234
Editor: Dewi Agustina
Sumber: Tribun Lombok
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas