Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Virus Corona

Fakta-fakta Warga Bekasi Gagal Vaksin karena NIK Dipakai Orang Lain, Ini Pengakuan Lee In Wong

Warga Bekasi, Jawa Barat dilaporkan tidak bisa mendaftar vaksinasi Covid-19. Ini lantaran NIK miliknya sudah digunakan oleh orang lain.

Fakta-fakta Warga Bekasi Gagal Vaksin karena NIK Dipakai Orang Lain, Ini Pengakuan Lee In Wong
Kolase Tribunnews.com: Wartakotalive/Muhammad Azzam
Warga Kabupaten Bekasi, Jawa Barat gagal mengikuti vaksinasi karena nomor induk kependudukan atau NIK KTP Elektronik dipakai warga orang lain. 

Ia tidak berani memastikan bagaimana NIK Wasit bisa dipakai orang lain untuk vaksinasi.

Dirinya tidak mengetahui Lee In Wong menggunakan dokumen apa untuk bisa mendaftar vaksin.

Baca juga: Viral Perkelahian Dua Kelompok Gadis Remaja di Tanah Merah Depok, Ini Kata Polisi dan Lurah Setempat

Hudaya menjelaskan, bisa saja terjadi NIK ganda.

Namun, ia memastikan NIK kembar tersebut pasti diperbaiki jika sudah terbit KTP elektronik karena ada data sidik jari dan iris mata yang berbeda tiap orang.

"Kalau NIK double bisa terjadi tapi belum terbit KTP elektronik. Itu namanya NIK ganda, duplikat. Tapi kalau sudah terbit KTP elekronik, tidak mungkin double karena dia terkunci di iris mata dan sidik jari," ujarnya.

Wasit tetap bisa vaksin

Penjabat Bupati Bekasi, Dani Ramdan memastikan Wasit akan tetap bisa menerima vaksin Covid-19.

Meskipun NIK miliknya sudah digunakan oleh orang lain.

“Intinya saya memastikan Pak Wasit akan tetap dapat vaksin,” ucap Dani, dikutip dari Wartakotalive.

Baca juga: Viral Ayah Tawarkan Sepatu Ditukar Sekotak Susu, Sebelumnya Selalu Meminjam, Kini Dapat Bantuan

Dani berbanji akan menelusuri masalah yang sedang dialami Wasit.

Menurutnya, jika memang terjadi kesalahan, harus ada langkah perbaikan.

"Kemudian urusan NIK saya akan tugaskan kadisdukcapil mengonfirmasi dan klarifikasi ke Pak Dirjen," tegasnya.

Pengakuan Lee In Wong

Usai kejadian ini, polisi dari jajaran Polres Pelabuhan Tanjung Priok melakukan penelusuran.

Hasilnya, Lee In Wong mengaku tidak sengaja memakai NIK milik Wasit.

Hal ini sesuai pengakuan Lee In Wong saat dirinya dimintai keterangan oleh petugas.

Saat itu, Lee In Wong salah meng-input data saat mendaftar vaksinasi Covid-19 di Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Tanjung Priok beberapa waktu lalu.

Baca juga: Fakta Terbaru NIK KTP Warga Bekasi Dipakai WNA untuk Vaksinasi Covid-19, Ternyata Salah Input Data

Letak kesalahan penginputan data ada pada angka terakhir dari NIK Lee dan Wasit.

Lee yang seharusnya menginput angka 8 malah menginput angka 1.

Alhasil, 16 angka pada NIK-nya terdaftar sebagai NIK dari Wasit Ridwan.

Terkait hal ini, polisi tidak menemukan unsur kelalaian yang mengarah pada pidana.

"Pengisian data itu murni dari calon peserta vaksin. Sedangkan sistem dari KKP Tanjung Priok, untuk menghindari kontak fisik secara langsung mereka menggunakan Google Form," kata Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Tanjung Priok, AKP David Kanitero kepada Tribunnews.

"Sudah kita telusuri kalau kelalaian tidak kita temukan," imbuhnya.

(Tribunnews.com/Endra Kurniawan/Gerald Leonardo Agustino)(WartaKotalive.com/Muhammad Azzam)(Kompas.com/Djati Waluyo)

Berita lainnya seputar vaksinasi Covid-19.

Penulis: Endra Kurniawan
Editor: Daryono
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas