Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Tanah Longsor di Tarakan, Seorang Warga Meninggal Dunia

Tanah longsor terjadi setelah sebelumnya hujan dengan intensitas tinggi disertai struktur tanah yang labil dan berpasir mengguyur di lokasi kekadian.

Tanah Longsor di Tarakan, Seorang Warga Meninggal Dunia
BPBD Tarakan
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tarakan melaporkan peristiwa tanah longsor tersebut terjadi setelah sebelumnya hujan dengan intensitas tinggi disertai struktur tanah yang labil dan berpasir mengguyur di lokasi kejadian. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Seorang warga ditemukan meninggal dunia setelah tertimbun material longsor di rumahnya yang berada di Kelurahan Sebengkok, Kecamatan Tarakan Tengah, Kota Tarakan, Kalimantan Utara, Kamis (5/8/2021).

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tarakan melaporkan bahwa peristiwa tanah longsor tersebut terjadi setelah sebelumnya hujan dengan intensitas tinggi disertai struktur tanah yang labil dan berpasir mengguyur di lokasi kejadian.

Selain struktur tanah berpasir yang mudah larut terbawa air, faktor lain yang juga diduga menjadi pemicu terjadinya peristiwa tersebut adalah buruknya sistem drainase.

"Tanahnya berpasir dan sistem drainase juga buruk. Setelah diguyur hujan, airnya kemudian masuk ke celah-celah tanah dan longsor pun terjadi," kata Kepala Seksi Pencegahan BPBD Kota Tarakan Boedi Soenjoto dalam keterangannya, Jumat (6/8/2021).

Baca juga: Pernah Longsor Tewaskan 40 Orang, Sebagian Warga di Lokasi Bencana di Cihanjuang Ogah Direlokasi

Di sisi lain, Boedi juga menyebut bahwa rata-rata permukiman di wilayah Kelurahan Sebengkok juga berada di bawah lereng yang tentunya memiliki tingkat kerawanan yang tinggi terhadap bencana longsor dan banjir bandang.

"Posisinya di lereng bukit, kelurahan sebengkok berada di wilayah yang bawah lereng," jelasnya

Adapun tim gabungan BPBD Kota Tarakan, Basarnas, Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Tarakan dan masyarakat sekitar telah mengevakuasi korban sesaat setelah mendapat laporan. 

Selain itu, tim juga melakukan asesmen dan membantu membersihkan puing material longsoran.

Baca juga: Jasad Korban Tanah Longsor di Kayong Utara Kalbar Ditemukan Setelah 5 Hari Pencarian

Menurut prakiraan cuaca yang dikeluarkan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) untuk dua hari ke depan, yakni Jumat (6/8/2021) hingga Sabtu (7/8/2021), wilayah Kota Tarakan secara umum didominasi dengan kondisi cerah berawan. 

Akan tetapi, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir/kilat masih berpotensi terjadi pada dini hari.

Mengingat adanya prakiraan BMKG tersebut, maka Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) meminta agar pemangku kebijakan di daerah Kota Tarakan agar mempersiapkan rencana mitigasi bencana jangka pendek maupun jangka panjang. 

Untuk jangka pendek, masyarakat diharapkan dapat mengenali lingkungannya dan mewaspadai jika menemukan rekahan tanah di kawasan tebing. 

Jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi dalam waktu lebih dari satu jam, maka sebaiknya bagi yang memiliki tempat tinggal di bawah lereng dapat evakuasi ke daerah yang lebih aman. 

Untuk jangka panjang, penanaman vegetasi berakar kuat atau tanaman lain seperti vetiver dapat dilakukan.

Penulis: Fransiskus Adhiyuda Prasetia
Editor: Theresia Felisiani
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas