Tribun

Kisah Unik

SBY Menyebut Ibas Paling Sering Dihujani Fitnah dan Pergunjingan

Susilo Bambang Yudhoyono mengaku sering mendapat serangan fitnah, termasuk pada anak-anaknya.

Editor: cecep burdansyah
SBY Menyebut Ibas Paling Sering Dihujani Fitnah dan Pergunjingan
Tribunnews.com/Chaerul Umam
Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengaku sering mendapat serangan fitnah. 

SBY menyebut Ibas paling banyak mendapat serangan, mulai dari mendapat aliran dana dari M Nazaruddin, mantan Bendahara Umum DPP Partai Demokrat, hingga pengguna narkoba.

“Tampaknya di samping saya, Ibas lah yang paling sering dihujani fitnah dan pergunjingan. Istri saya sering menitikkan air mata, mendengar betapa tiada hari tanpa fitnah bagi Ibas,” tambah SBY.

Pada tahun baru Islam, 1 Muharrah 1435 H, Ibas kembali menerima fitnah di media sosial, bahkan dibikin karikatur.  Fitnah itu menyangkut kebiasaan Ibas mengenakan baju lengan panjang.

”Dibikinkan karikatur yang menyatakan Ibas tidak pernah menggunakan baju lengan pendek karena tangannya penuh tato. Dikatakan pula, ada gambar salib di lengannya,” kata SBY

Lebih kejam lagi, disebutkan tangan Ibas penuh dengan goresan silet, menggambarkan ia mengonsumsi narkoba.

“Mungkin saya sudah kehabisan kata-kata untuk mengatakan berita itu bohong besar dan juga fitnah yang kejam. Terus terang selama ini Ibas lebih nyaman menggunakan baju lengan panjang karena ia menyadari badannya kurus,” jelas SBY.

Dalam kesedihan, Ibas dan Aliya (istri Ibas), secara emosional mereka berucap serta ‘menantang’ kepada juru fitnah tersebut. Bagi yang sangat ingin membuktikan bahwa lengan Ibas bersih dari tuduhan itu, bisa datang untuk membuktikan.

Manakala fitnahnya tidak terbukti, mereka harus minta maaf melalui seluruh media massa di Indonesia, termasuk media sosial. Mendengar hal itu SBY berupaya menenangkan mereka dan menyebut para juru fitnah tidak mungkin berani datang untuk berhadapan langsung.*

*Dikutip dari buku ‘SBY: Selalu Ada Pilihan, untuk Pencinta Demokrasi dan Para Pemimpin Indonesia Mendatang’, Penerbit Buku Kompas, 2014.

Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas