Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Fakta Pengajar di Ponpes Lecehkan Belasan Murid Laki-laki, Awal Terungkap hingga Pengakuan Pelaku

Seorang pengajar di sebuah pondok pesantren di Kabupaten Ogan Ilir harus berurusan dengan polisi karena melecehkan belasan murid laki-laki.

Fakta Pengajar di Ponpes Lecehkan Belasan Murid Laki-laki, Awal Terungkap hingga Pengakuan Pelaku
Serambi Indonesia/Net
Ilustrasi pelecehan seksual - Seorang pengajar di sebuah pondok pesantren di Kabupaten Ogan Ilir harus berurusan dengan polisi karena melecehkan belasan murid laki-laki. 

Di sana diketahui bahwa korban telah mengalami kekerasan seksual.

Setelah ditanya lebih lanjut, korban akhirnya mengaku mengalami tindakan asusila saat berada di ponpes.

"Setelah digali keterangannya, terungkap perbuatan itu dilakukan oleh pamong atau walinya di asrama," ungkap Hisar.

Tak terima dengan kejadian itu, orangtua korban lalu membuat laporan ke Polda Sumsel pada Senin (13/9/2021).

Menerima laporan itu, pihak kepolisian langsung bergerak hingga akhirnya mengamankan pelaku.

Dari pemeriksaan awal, pelaku diduga sudah melecehkan 12 santri laki-laki yang berusia kisaran 12-13 tahun.

"Kita masih mendalami terkait apakah ada pelaku lain atau korban lain. Pemeriksaan mendalam masih kita lakukan saat ini," ucap Hisar.

pengajar ponpes di Ogan Ilir ditangkap
JN (22) oknum pengasuh dan pengajar di salah satu Ponpes di Ogan Ilir ditangkap anggota Subdit IV Reknata Ditreskrimum Polda Sumsel karena diduga mencabuli belasan santri laki-laki, Rabu (15/9/2021).

Iming-imingi uang dan ancam kurung korban di gudang

Diwartakan Tribun Sumsel, untuk melancarkan aksinya, pelaku menjebak korbannya dengan berbagai perlakuan berbeda.

"Ada yang diming-imingi uang dan diajak makan, ada juga yang diberikan ancaman," beber Hisar.

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas