Banjir yang Melanda Sintang Kalimantan Barat di Sepuluh Kecamatan Berangsur Surut
Banjir yang terjadi sejak satu pekan lalu di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, berangsur surut.
Penulis:
Taufik Ismail
Editor:
Adi Suhendi
Laporan Wartawan Tribunnews Taufik Ismail
TRIBUNNEWS. COM, JAKARTA - Banjir yang terjadi sejak satu pekan lalu di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, berangsur surut.
Namun demikian, tinggi muka air masih berada pada kisaran 100 hingga 200 centimeter pada Sabtu (9/10/2021).
Pll Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari mengatakan tidak ada korban jiwa akibat peristiwa ini.
"Banjir yang melanda 10 kecamatan itu dipicu meluapnya bebeberapa sungai di wilayah Kalimantan Barat," katanya dalam siaran pers BNPB, Minggu, (10/10/2021).
Hujan dengan intensitas tinggi tersebut mengakibatkan debit air Sungai Kapuas, Sungai Melawi dan Sungai Kayan membanjiri sepuluh kecamatan dengan ketinggian hingga 600 meter pada Sabtu lalu (2/10/2021), pukul 04.00 WIB.
Baca juga: Polri Jelaskan Alasan Tak Bubarkan Massa saat Merusak Tempat Ibadah Ahmadiyah di Sintang
Merespons kejadian tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sintang, kata dia, melakukan kaji cepat dan koordinasi dengan pihak terkait hingga tingkat desa dan kecamatan.
BPBD juga mengimbau warga untuk selalu waspada dan siap siaga terhadap bahaya susulan maupun cuaca ekstrem.
"Menyikapi bencana banjir di sejumlah kecamatan, Pemerintah daerah menetapkan status tanggap darurat melalui Surat Bupati Sintang Nomor 360/1140/KEP-BPBD/2021 yang berlaku selama 14 hari, terhitung sejak 5 hingga 18 Oktober 2021," katanya.
Baca juga: Kasus Perusakan Rumah Ibadah di Sintang Kalbar, Polisi Amankan 10 Orang
BPBD Kabupaten Sintang mencatat lebih dari 8.000 rumah terdampak banjir ini.
Data BPBD setempat hingga Sabtu (9/10) terhadap rumah terdampak sebagai berikut, Kecamatan Serawai 2.319 unit, Sintang 1.266, Dedai 1.242, Kayan Hilir 1.200, Ambalau 830, Tempunak 600, Kayan Hulu 600, Sepauk 400, Binjai 300 dan Ketungau Hilir 160. Total rumah terdampak mencapai 8.917 unit.
Banjir menyebabkan 852 kepala keluarga mengungsi sementara ke tempat yang aman.
BPBD masih memutakhirkan jumlah warga yang mengungsi.
Data sementara menyebutkan warga mengungsi di Kecamatan Serawai sebanyak 386 KK dan Ambalau 466 KK. Sedangkan total warga terdampak di sepuluh kecamatan tersebut sebanyak 8.917 KK, dengan jumlah terbanyak di Kecamatan Serawai.
"Total kerugian yang diakibatkan banjir ini masih dalam proses perhitungan pemerintah daerah setempat, seperti dampak terdampak kerusakan infrastruktur umum, lahan maupun aset warga lainnya," katanya.