Tribun

Indonesia Butuh Kapal Besar yang Bisa Digunakan Nelayan Tangkap Ikan di Laut ZEE Indonesia

Untuk mengoptimalisasikan kemampuan produksi dari sumber daya perikanan laut, negara Indonesia membutuhkan banyak kapal dan pelaut

Penulis: Vincentius Jyestha Candraditya
Editor: Eko Sutriyanto
Indonesia Butuh Kapal Besar yang Bisa Digunakan Nelayan Tangkap Ikan di Laut ZEE Indonesia
ist
Marcellus Hakeng Jayawibawa 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Vincentius Jyestha 

TRIBUNNEWS.COM,  JAKARTA  - Sektor perikanan laut mempunyai peluang menjadi salah satu penyedia lapangan kerja dan berperan dalam menggerakan perekonomian, karena menambah devisa negara.

Bahkan hasil perikanan laut juga menopang dalam menjaga ketahanan pangan negara.

Pengamat Maritim, Marcellus Hakeng Jayawibawa mengatakan, saat ini hasil dari perikanan telah memenuhi 54 persen dari seluruh protein hewani yang dimakan masyarakat di Indonesia.

Mengutip data dari Ditjen Perikanan Tangkap, produksi perikanan tangkap mengalami peningkatan dalam kurun waktu 4 tahun terakhir. Pada 2015, produksi perikanan tangkap mencapai 6,67 juta ton. Pada 2018, produksinya melonjak menjadi 7,3 juta ton. 

Hingga kuartal III/2019 produksi perikanan tangkap mencapai 5,5 juta ton, terdiri dari produksi laut 5,1 juta ton dan produksi perairan umum 397 ribu ton. Jumlah ini meningkat 17% dibandingkan dengan periode yang sama pada 2018, sebesar 4,9 juta ton. 

Baca juga: China dan Brunei Mundur, Shin Tae-yong: Situasi Jadi Tak Ideal Buat Timnas U-23 Indonesia

Peningkatan produksi tersebut otomatis menaikkan nilai produksi. Jika pada 2015 nilai produksi perikanan tangkap mencapai Rp120,6 triliun, pada 2018 mencapai Rp210,7 triliun, atau rata-rata meningkat 23,20% per tahun.

Oleh karena potensi besar di sektor kemaritiman, maka kontribusi sektor  Kelautan dan Perikanan terhadap ketahanan (kedaulatan) pangan nasional, juga cukup signifikan, sambung Pengamat Maritim ini.

"Jadi, sudah selayaknya sektor kemaritiman lebih ditingkatkan kualitasnya, baik nelayan, pelaut, dan peralatannya," katanya, Senin (18/10/2021).

Disebutkan lebih lanjut oleh Hakeng, untuk mengoptimalisasikan kemampuan produksi dari sumber daya perikanan laut, negara Indonesia membutuhkan banyak kapal dan pelaut.

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas