Tribun

Mafia Tanah di Bintan Kepulauan Riau: Kepala Desa dan Mantan Kades Jadi Tersangka

Satu orang yang diduga terlibat adalah seorang kepala desa berinisial S dan mantan Pj Kades berinisial IH.

Editor: Erik S
zoom-in Mafia Tanah di Bintan Kepulauan Riau: Kepala Desa dan Mantan Kades Jadi Tersangka
Humas BNN
Ilustrasi Borgol 

TRIBUNNEWS.COM, BATAM- Kasus mafia tanah terjadi Bintan, Kepulauan Riau.

Satu orang yang diduga terlibat adalah seorang kepala desa berinisial S dan mantan Pj Kades berinisial IH.

Kasus tersebut kini ditangani Satreskrim Polres Bintan.

Kasat Reskrim Polres Bintan, AKP Dwihatmoko, Kamis (18/11/2021) mengatakan, IH saat ini sudah diamankan.

Berarti, sudah sembilan orang yang diamankan dalam kasus ini.

Dua lainnya perangkat desa berinisial RJ dan MI, kemudian lima warga sipil berinisial AK, JI, SD, MD, AD.

Baca juga: Kasus Mafia Tanah Timpa Keluarga Nirina Zubir, Menteri Sofyan Polisikan Pejabatnya, Ini Sosok Pelaku

Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sofyan Djalil menyebut, kasus sengketa tanah di seluruh Indonesia dalam dua tahun terakhir mencapai 8.625 kasus dan sebagian adalah kasus mafia tanah.

Ia tidak menampik bahwa banyak oknum di Badan Pertanahan Nasional (BPN) yang terlibat dalam kasus mafia tanah ini.

Bahkan ada yang menduduki posisi Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) atau pejabat setingkat provinsi.

Baca juga: Puan: Mafia Tanah Merampas Penghidupan Orang, Berantas! 

"Kami akui masih ada oknum aparat BPN yang terlibat dalam kasus pertanahan, bahkan ada pejabat setingkat Kakanwil," kata Sofyan dalam konferensi pers di Mercure Hotel Ancol, Jakarta, Rabu (17/11/2021) malam.

Keberadaan oknum nakal itu ibarat buah apel dalam keranjang.

Di dalam 'keranjang' Kementerian ATR/BPN sekarang itu ada 38 ribu pegawai.

Dari jumlah itu ada beberapa yang busuk sehingga ia terus berupaya membuang apel busuk itu.

Sofyan mengatakan, pihaknya terus memerangi oknum mafia tanah yang menurutnya memiliki banyak antek tersebut.

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas