Tribun

2 ASN di Pati Terima Bansos, Begini Sikap Bupati

Setelah dilakukan pencocokan data ASN di Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelatihan (BKPP) Pati, ternyata hanya ada dua ASN yang menerima bansos.

Editor: Erik S
2 ASN di Pati Terima Bansos, Begini Sikap Bupati
FACEBOOK.COM/CAFFEE LATTEE UNTUKMU DAN KOMPAS.COM
Ilustrasi Setelah dilakukan pencocokan data ASN di Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelatihan (BKPP) Pati, ternyata hanya ada dua ASN yang menerima bansos. 

TRIBUNNEWS.COM, PATI - Belum lama ini, Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Keluarga Berencana (Dinsos P3AKB), mendapat surat dari Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah.

Surat tersebut berisi permintaan agar Dinsos P3AKB Pati memastikan apakah benar ada Aparatur Sipil Negara (ASN) di Pati yang menerima bantuan sosial (bansos) Covid-19.

Sebab, lebih dari 3 ribu penerima bansos tersebut diindikasikan merupakan ASN.

Bupati Pati Haryanto menyebut, setelah dilakukan pencocokan data ASN di Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelatihan (BKPP) Pati, ternyata hanya ada dua ASN yang menerima bansos.

Baca juga: Saksikan Pencairan Bansos di Sintang, Mensos Risma: Tak Boleh untuk Beli Rokok 

“Memang ada 2 ASN. Saya suruh panggil untuk mengembalikan, agar diterima pada yang berhak,” kata Haryanto di Pendopo Kabupaten Pati, Rabu (8/12/2021).

“Dua orang ini mungkin tidak sengaja (menerima bantuan) karena kebetulan terdaftar. Saya suruh mengembalikan, diserahkan pada warga yang berhak menerima,” tambah dia.

Terpisah, Kabid Pemberdayaan Sosial dan Penanganan Fakir Miskin pada Dinsos P3AKB Pati, Tri Haryumi, mengatakan bahwa dua ASN tersebut menerima Bantuan Sosial Non Tunai (BSNT) dari Pemprov Jateng.

Baca juga: TNI AU Kerahkan Pesawat Hercules C-130 untuk Kirim 12 Ton Bansos Bagi Warga Terdampak Erupsi Semeru

“Mereka memang ASN, tapi golongannya rendah. Petugas kebersihan atau tukang kebun di sekolah dasar. Satu dinas di Dukuhseti, satu lagi di Kayen,” kata dia saat dikonfirmasi, Selasa (7/12/2021).

Mereka berdua saat itu masuk dalam Jaring Pengaman Sosial (JPS) Dinas Sosial Jateng.

“Penerima bansos yang diindikasikan ASN ada 3.697 orang. Ternyata setelah kami kroscek, hanya dua yang benar-benar ASN. Selebihnya THL (Tenaga Harian Lepas). Ada yang guru honorer, ada juga guru madin (madrasah diniyah),” papar Tri.

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas