Banjir Bandang di Mandailing Natal, 74 Desa Terendam
Pihak pemkab setempat menjelaskan langkah ke depan akan tetap proses menyelamatkan korban banjir untuk dievakuasi ke lokasi aman
Editor:
Eko Sutriyanto
Laporan Wartawan Tribun Medan Goklas Wisely
TRIBUNNEWS.COM, MEDAN - Bupati Mandailing Natal menetapkan status kesan darurat bencana banjir dan tanah longsor, Sabtu, 18 Desember 2021.
Hal tersebut dapat dilihat dari surat keputusan Bupati Mandailing Natal nomor : 360/0947/K/2021.
Diketahui isi surat itu menjelaskan dalam waktu 14 hari ke depan, yakni 31 Desember 2021, Madina ada dalam status darurat bencana.
Ini dibenarkan Kepala Kominfo Madina, M Syahnan Pasaribu kepada Tribun Medan, Minggu (19/12/2021).
"Untuk sekarang wilayah yang terdampak banjir ada 16 kecamatan, 74 Desa," katanya.
Dia menjelaskan banjir mulai melanda Madina pada Jumat (17/12/2021) sore.
Tetapi sampai kini belum ada ditemukan korban jiwa.
Baca juga: BMKG Ingatkan 23 Wilayah Berpotensi Terdampak Banjir Rob 18-22 Desember 2021
Pihaknya menjelaskan langkah ke depan akan tetap proses menyelamatkan korban banjir untuk dievakuasi ke lokasi aman.
Misalnya di rumah warga lain yang tidak terdampak, atau desa lain yang aman.
Dia menjelaskan juga telah disalurkan pasokan makanan dan tenaga kesehatan untuk memantau para korban.
Dia menjelaskan pula penyebab banjir karena intensitas hujan yang tinggi dan durasinya cukup panjang.
"Jadi hujan itu sudah mulai dua hari ini tapi sekarang sebagian daerah sudah terbit matahari, rapi sebelah pantai barat masih mendung," ujarnya.
Diungkapnya banjir tertinggi di desa Kutarimbaru sekitar 4 meter.
Sampai kini pihaknya pun masih melakukan evakuasi terkait banjir yang melanda Madina tersebut.
Banjir dan longsor terjadi di Kabupaten Mandailing Natal sejak beberapa hari lalu.
Banjir yang disebabkan curah hujan tinggi mengakibatkan 13 kecamatan terendam dan 6 Kecamatan mengalami longsor.
Warga, Rifai Hasibuan yang dihubungi melalui telepon seluler, Minggu (19/12/2021) mengatakan bahwa banjir sudah terjadi sejak kemarin pagi.
Untuk ketinggian air, beragam, ada yang sepinggang orang dewasa, bahkan ada beberapa kawasan yang mencapai 2 meter.
"Banjir udah dari beberapa hari lalu. Kalau di kecamatan tempat kami tinggal di Penyabungan, tinggi sepinggang. Kalau aktivitas total lumpuh. Saya gak bisa kerja, kami sudah mengungsi," ucapnya.
Lanjut Rifai, dirinya berharap adanya perhatian lebih dari pemerintah setempat terkait banjir yang kerap melanda.
"Banjir ini bukan kali pertama. Artinya kalau lah memang ini banjir tahunan, nah upaya pemerintah apa. Kita bisa melihat respon pemerintah cepat, tapi ketika bencana datang saja. Bencana lewat, apa tidak ada yang harus dikaji kenapa ini terjadi," bebernya.
Baca juga: Dijuluki Eko Patrio KW, Guru Honorer di Mandailing Natal Minta Tolong Ucok Baba, Ngebet Ketemu Idola
Sementara itu, dari data yang dihimpun Tribun Medan, 13 Kecamatan di Kabupaten Madina yang terendam banjir yaknk, Kecamatan Panyabungan, Kelurahan Panyabungan III, Desa Adianjior, Desa Aek Galaga, Desa Manyabar dan Kampus STAIN Madina Pidoli Dolok.
Lalu di Kecamatan Panyabungan Barat, Kelurahan Longat, Desa Batang Gadis Jae, Desa Barbaran, Desa Huta Tonga
Kecamatan Panyabungan Timur, Desa Tobing Tinggi, Desa Kelurahan Baringin dan Desa Tanjung Julu
Kecamatan Hutabargot, Desa Hutabragot Nauli, Desa Kumpulan Setia dan Huta Julu.
Kecamatan Panyabungan Utara, Desa Batingun Jaya, Desa Kampun Baru dan Desa Torbanua Raja
Kecamatan Nagajuang, Desa Tarutung Panjang dan Desa Tambiski
Kecamatan Ranto Baek, Desa Sampuran, Desa Hutanauli, Desa Muara Bangkok dan Desa Ranto Panjang.
Kecamatan Sinunukan, Desa Bitungan Bejangkar dan Desa Banjar Aur.
Kecamatan Natal, Desa Patiluban Mudik, Desa Sikara-kara IV, Desa Bonda Kase, Desa Patiluban Hilir, Desa Balimbing dan Desa Kampung Sawah
Kecamatam Lingga Bayu, Desa Kampung Baru, Desa Simpang Gambir Pasar, Desa Lancat, Kelurahan Tapus, Desa Perbatasan, Desa Aek Garingging, Desa Sikumbuk dan Desa Lobung.
Kecamatan Siabu, Desa Muara Batang Angkola, Desa Tanjung Sialang, Desa Hutagodang Muda dan Desa Aek Garut
Kecamatan Muara Batang Gadis, Desa Singkuang
Kecamatan Batahan, Desa Batu Sondat, Desa Kampung Kapas, Desa Banjar Aur, Desa Bintungan Bejangkar, Desa Batahan III.
Sementara itu, enam kecamatan yang dilanda longsor yakni, Kabupaten Madina, Kecamatan Panyabungan, Desa Aek Mata.
Kecamatan Panyabungan Selatan, Desa RM Aek Saroga III, Desa Lumbang Dolok.
Kecamatan Panyabungan Timur, Desa Tobing Tinggi, Desa Tanjunt Julu.
Kecamatan Batang Natal, Desa Ranto Sore, Desa Muara Soma.
Kecamatan Ranto Baek, Desa Rantobi, Desa Dua Sepakat, Desa Padang Silojongan Gonting.
Kecamatan Kotanopan, Desa Simandolam, Desa Muara Patontang.
Artikel ini telah tayang di Tribun-Medan.com dengan judul BANJIR Madina Capai Ketinggian 4 Meter, Total 74 Desa Terendam Banjir
Baca tanpa iklan