Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Data BPPTKG: Sepanjang Tahun 2021 Gunung Merapi Keluarkan 424 Kali Awan Panas

BPPTKG mengatakan selama 2021, Gunung Merapi meluncurkan ratusan guguran Awan Panas.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Erik S
zoom-in Data BPPTKG: Sepanjang Tahun 2021 Gunung Merapi Keluarkan 424 Kali Awan Panas
magma.esdm.go.id
Penampakan Gunung Merapi, Kamis (30/12/2021) 

TRIBUNNEWS.COM, SLEMAN- Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), Hanik Humaida mengatakan selama 2021, Gunung Merapi meluncurkan ratusan guguran Awan Panas.

“Total jumlah Awan Panas sejak 1 Januari sampai dengan 30 Desember 2021 ada sebanyak 424 kali. Itu dominan ke arah barat daya dan sebagian ke arah tenggara," kata Hanik Humaida lewat sambungan zoom kepada awak media, Jumat (31/12/2021).

Dia menjelaskan, ada perubahan arah guguran di pertengahan tahun 2021. Di periode awal, guguran dominan menuju ke arah Kali Boyong.

Akan tetapi, mulai memasuki bulan Juli ada perubahan arah guguran yakni menuju ke Kali Bebeng. 

Baca juga: Rentan Terkena Dampak Erupsi, BPBD DIY Beri Perhatian Warga Sisi Barat Gunung Merapi

"Kalau untuk kejadian guguran minggu ini rata-rata 158 kali per hari dengan arah dominan ke Bebeng dengan jarak luncur maksimal 2 kilometer," ujarnya.

Lebih lanjut, Gunung Merapi memasuki fase erupsi efusif tepatnya sejak 4 Januari 2021 lalu.

Maka, sejak saat itu, data untuk kegempaan internal yaitu vulkanik dangkal dan fase banyak menurun drastis.

Rekomendasi Untuk Anda

Sedangkan, untuk guguran di Gunung Merapi sendiri meningkat. Itu mencerminkan adanya ekstrusi magma tersebut. 

Baca juga: UPDATE Gunung Api Indonesia Berstatus Level 3 Siaga: Merapi Alami 38 Kali Gempa Guguran

Dikatakan Hanik, per bulan April 2021, kegempaan internal mulai meningkat.

Puncaknya terjadi pada 6 Agustus 2021 dimana dalam satu hari ada 500 kali gempa.

“Kegempaan ini bersumber kalau dilihat dari hiposenternya ini adalah dari kegempaan dangkal atau kurang dari 1 km," paparnya.

Setelah tanggal itu, frekuensi kegempaan menurun dan tampak peningkatan aktivitas guguran dan Awan pPanas juga ada gempa low frekuensi dan hembusan. 

Baca juga: Sultan Ground di Lereng Merapi Jadi Sasaran Aktivitas Tambang Ilegal

“Hal tersebut mencerminkan ada proses pelepasan gas dari magma di kedalaman dangkal. Sekaligus indikasi bahwa sistem konduit yang relatif terbuka di Gunung Merapi,” kata Hanik.

Ia juga memastikan, belum ada tanda-tanda letusan Merapi bakal berakhir dalam waktu dekat.

Hanik Humaida menuturkan, deformasi yang diukur dengan alat pemantau aktivitas Gunung Api berupa electronic distance measurement (EDM) juga masih menunjukkan suplai magma meski kecil.

Perlu diketahui, hingga saat ini, BPPTKG masih menetapkan Gunung Merapi berada di level III atau siaga.

Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka status aktivitas Merapi akan segera ditinjau kembali.

Berita ini telah tayang di Tribun Jogja berjudul:

Sepanjang Tahun 2021 Gunung Merapi Keluarkan 424 Kali Awan Panas, Dominan Meluncur ke Barat Daya

Sumber: Tribun Jogja
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas