Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Pelaku Pembacokan 10 Orang di Kediri Berontak Saat Ditangkap, Borgol Sampai Lepas

Pelaku membacok 10 orang termasuk orangtuanya. Bahkan empat korban di antaranya meninggal dunia.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Willem Jonata
zoom-in Pelaku Pembacokan 10 Orang di Kediri Berontak Saat Ditangkap, Borgol Sampai Lepas
Today Online
Ng Ghim Hong, peranta penyeludup rokok dijatuhi hukuman 4 tahun penjara serta denda sebesar S$ 34 juta dollar Jumat (2/1/2019). 

TRIBUNEWS.COM - Rianto (35), pelaku pembacokan 10 orang di Desa Pojok, Kecamatan Wates, Kediri, Jawa Timur, berontak saat ditangkap polisi.

Bahkan ia memberi perlawanan dengan berusaha memukul petugas. Untungnya, upaya itu berhasil dicegah. 

Tapi perlawanan Rianto tak berhenti. Di dalam mobil, ia meronta berusaha melepaskan diri. Bahkan borgol sampai terlepas.

Kendati begitu, petugas lebih sigap hingga dapat mencegah hal-hal tak diinginkan.

Baca juga: Pengakuan Guru Ngaji Jadi Korban Pembacokan Orangtua Murid di Banten: Perut Dibacok Tapi Tak Mempan

"Anggota lebih sigap bisa kita kendalikan dan dibawa Mapolsek Wates. Tadi malam sudah kita bawa ke Mapolres Kediri untuk dilakukan penyidikan lebih lanjut," kata Kapolsek Wates Suharyanta, Selasa, (08/02/2022).

Diberitakan, Rianto membuat geger warga Kabupaten Kediri Jawa Timur.

Ia membacok 10 orang termasuk orangtuanya. Bahkan empat korban di antaranya meninggal dunia.

Suasana Berdarah korban pembacokan di Desa Pojok Kecamatan Wates Kabupaten Kediri Jawa Timur
Suasana Berdarah korban pembacokan di Desa Pojok Kecamatan Wates Kabupaten Kediri Jawa Timur (TribunJatim.com/ Farid Mukarrom)
Rekomendasi Untuk Anda

Belum diketahui secara pasti apa penyebab Rianto mengamuk sampai saat tega menghabisi nyawa tetangganya.

Usai kejadian, Rianto sempat hendak melarikan diri. Nampak ia sempat berlari ke area perkebunan tebu, usai membacok tetangganya.

Baca juga: Warga Sukabumi Menjadi Korban Pembacokan Saat Salat Subuh Berjamaah

Bahkan saat hendak diamankan oleh polisi, Rianto masih membawa sabit yang digunakan untuk bacok tetangganya.

Saat itu ada empat anggota polisi yang berupaya mengamankan Rianto.

Polisi dari Polsek Wates kemudian berlarian dan menembakkan peluru di atas untuk mengejar Rianto.

"Kita lakukan pengejaran. Kita temukan dia masuk rumah orang tuanya, melalui pintu belakang. Kita dapatkan dia berada di kamar, di ruang belakang dalam posisi seperti sembahyang atau wiridan, " katanya.

Ketika akan diamankan Rianto rupanya masih nekat melakukan perlawanan.

"Pada saat dilakukan penangkapan, pelaku mau memukul dari arah belakang kemudian kita tangkap dia meronta," tambah AKP Suharyanta.

Usai diamankan, Rianto langsung dinaikkan ke mobil polisi untuk mencegah aksi massa. Di mobil, pelaku masih melakukan perlawanan.

Borgol yang diikatkan pada pelaku sempat terlepas, akibat Rianto melakukan perlawanan.

Artikel ini telah tayang di TribunJatim.com dengan judul Polisi Sempat Kewalahan Amankan Pelaku Pembacokan Rianto di Desa Pojok Kecamatan Wates Kediri

Sumber: Tribun Jatim
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas