Konsumen Terkejut Harga Minyak Goreng Naik Rp 10.000
Sebagian masyarakat terkejut atas harga yang minyak goreng telah berubah ketika berbelanja di minimarket di Medan
Editor:
Erik S
TRIBUNNEWS.COM, MEDAN - Sebagian masyarakat terkejut atas harga yang minyak goreng telah berubah ketika berbelanja di minimarket di Medan, Sumatera Utara.
Silih berganti para pengunjung melihat dan bertanya kepada karyawan Alfamidi terkait perubahan harga dan stok barang yang sebelumnya dibelinya dengan harga Rp 14 ribu per liter.
"Sebelumnya saya beli beberapa merek seperti Sunco atau Sania begitu harganya Rp 14 ribu, ini kok tiba-tiba naik Rp 10 ribu, terkejut saya melihatnya, " kata pengunjung Alfamidi kepada Tribun Medan.
Meskipun harga minyak goreng telah berubah, tampak dari pantauan stok minyak goreng di ritel Alfamidi masih terdapat 1 merek yaitu Parveen.
Baca juga: Harga Minyak Goreng di Malaysia Cuma Rp 8.500 Per Kg, Kok Bisa?
Sebelumnya, Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi mencabut peraturan Harga Eceren Tertinggi (HET) minyak goreng.
Ia mengatakan harga minyak goreng kemasan akan dibebaskan dan disesuaikan dengan pasar, namun untuk minyak curah tetap dibatasi Rp 14 ribu per liter.
Menanggapi hal ini, Corporate Communication Manager Alfamidi Arif L. Nursandi menanggapi perubahan minyak goreng tersebut, ia mengatakan sebagai perusahaan ritel yg tergabung di APRINDO, tentu Alfamidi mengikuti apa yg sudah diputuskan pemerintah.
Ia menilai pemerintah secara intens terjun ke pasar baik modern maupun tradisional.
Baca juga: Pasokan Minyak Goreng ke Minimarket Mulai Lancar Setelah HET Dicabut Pemerintah
"Mungkin pemerintah melihat langsung apa yg terjadi di lapangan hampir semua masyarakat berlomba-lomba untuk membeli migor harga HET, " tuturnya kepada Tribun Medan, Kamis (17/3/2022).
Sehingga atas kejadian itu menyebabkan minyak goreng HET langka sementara migor dengan harga normal masih banyak ditemukan di pasar tradisional bahkan warung kelontong.
"Fenomena masyarakat yang berdesak-desakan saat antri migor HET juga mungkin jadi pertimbangan sendiri untuk mengembalikan minyak ke harga pasar. Namun, di sisi lain pemerintah juga memberikan subsidi untuk migor curah, " tambahnya.
Ditambahkannya, seperti yang telah diputuskan bahwa harga migor dikembalikan secara B2B (business to business) antara ritel (pedagang) dan pemasok.
Adapun untuk harga saat ini masih mengacu pada anjuran pemerintah yakni 23.900 utk kemasan 1 liter dan Rp 47.800 utk kemasan 2 liter.
Untuk stok tersendiri, Alfamidi saat ini masih menggunakan stok yang tersedia dari pemasok. Namun nantinya akan ada tambahan dari order berikutnya.
Baca juga: YLKI Nilai Subsidi Minyak Goreng Curah Berpotensi Tak Tepat Sasaran
Melihat pencabutan HET ini, Alfamidi mengatakan minyak goreng merupakan salah satu kebutuhan masyarakat yang memang harus dibeli, sehingga dampak atas keputusan ini masyarakat akan kembali lagi membeli migor sesuai dengan kebutuhan rumah tangga.
"Dalam hal ini pasti ada pro dan kontra ya, tapi kembali lagi migor sebagai salah satu kebutuhan pokok masyarakat jadi mereka akan tetap membeli," ungkapnya.
Berita ini telah tayang di Tribun Medan berjudul:
MASYARAKAT Terkejut Lihat Harga Minyak Goreng Naik Jadi Rp 23.900 per Liter