Tribun

Air Sungai Cimeta di Bandung Barat Berubah Warna Jadi Merah gara-gara Karung Berisi Serbuk Tinta

Air Sungai Cimeta di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat berubah warna menjadi merah.

Editor: Pravitri Retno Widyastuti
zoom-in Air Sungai Cimeta di Bandung Barat Berubah Warna Jadi Merah gara-gara Karung Berisi Serbuk Tinta
Tribun Jabar/Hilman K
Satgas Citarum Harum saat melakukan pengecekan aliran Sungai Cimeta yang airnya berwarna merah, Senin (30/5/2022). 

TRIBUNNEWS.COM - Air Sungai Cimeta di Desa Tagogapu, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat berubah menjadi merah.

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jabar menduga ada orang luar yang sengaja membuang limbah di Sungai Cimeta.

Seperti diketahui, limbah berupa serbuk tinta pewarna yang disimpan dalam karung tersebut dibuang oleh warga ke aliran Sungai Cimeta hingga menyebabkan airnya berubah menjadi merah.

Kepala Bidang Penaatan Hukum DLH Jabar, Raden Arif Budhiyanto, mengatakan berdasarkan keterangan dari warga sekitar, limbah tersebut sudah ada sejak tahun 2021 dan disimpan di bahu jalan.

"Warga tidak tahu siapa, dan kapan menyimpannya serta melalui apa medianya."

Baca juga: 4 Hari Hilang di Sungai Jangkung Tabalong, Jasad Gadis 11 Tahun Ditemukan Terjepit Keramba 

Baca juga: YouTuber Indonesia Unggah Video Vlog soal Sungai Aare, Jelaskan dari Fasilitas hingga Kondisi Air 

"Saat ini sedang kita dalami terus, mudah-mudahan ke depan kita menemukan titik temu," ujarnya saat ditemui di Padalarang, Selasa (31/5/2022).

Atas hal itu, pihaknya menduga bahwa limbah ini disimpan oleh pihak lain atau warga dari luar daerah.

Pasalnya, di sekitar lokasi penemuan limbah tidak ada pabrik yang menggunakan material yang sama dengan limbah itu.

"Berdasarkan informasi yang ada di lapangan, ada pihak lain yang menyimpannya."

"Bukan warga sini karena kalau kita lihat, di sini tidak ada pabrik dan industri."

"Jadi, kemungkinannya ini ada warga dari luar," kata Arif.

Untuk mendalami dugaan tersebut, pihaknya bersama DLH KBB dan aparat kepolisian langsung memanggil dua orang pembuang limbah berinisial U dan A untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

"Kami berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk melakukan tindakan lanjutan dalam proses penegakan hukum selanjutnya dengan cara mengumpulkan bahan keterangan dari dua orang," ucapnya.

Untuk sementara ini, pihaknya belum bisa memastikan apakah limbah yang dibuang ke sungai tersebut merupakan bahan pewarna makanan atau bahan pewarna untuk kain.

"Itu harus dipastikan melakui uji lab dulu, kalau dilihat dari tekstur warnanya bisa pewarna makanan dan bisa juga pewarna pakaian," kata Arif.

Artikel ini telah tayang di TribunJabar.id dengan judul Limbah yang Dibuang Warga ke Aliran Sungai Cimeta Hingga Berwarna Merah Diduga Milik Orang Luar

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas