Tribun

Dituding Tidak Dukung Pembangunan di Sumut, Hubungan Golkar dengan Gubernur Edy Rahmayadi Memanas

Partai Golkar, selaku partai pengusung Edy Rahmayadi, tidak terima pernyataan Edy Rahmayadi.

Editor: Erik S
zoom-in Dituding Tidak Dukung Pembangunan di Sumut, Hubungan Golkar dengan Gubernur Edy Rahmayadi Memanas
Victory Arrival Hutauruk/Tribun Medan
Hubungan Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi dengan DPD Partai Golkar Sumatera Utara, sedang memanas. 

TRIBUNNEWS.COM, MEDAN- Hubungan Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi dengan DPD Partai Golkar Sumatera Utara (Sumut), sedang memanas.

Partai Golkar, selaku partai pengusung Edy Rahmayadi, tidak terima pernyataan Edy Rahmayadi.

Baca juga: Gubernur Edy Rahmayadi Tebar Ancaman Kepada Oknum yang Bakar Hutan di Kawasan Danau Toba

Edy mengatakan partai pendukungnya tidak mendukung program pembangunan di Sumatera Utara.

Tudingan tersebut disampaikan Edy saat rapat koordinasi pencegahan dan pemberantasan korupsi bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di ruang rapat paripurna DPRD Kabupaten Langkat, Rabu (10/8/2022).

Proyek Rp 2,7 triliun

DPD Partai Golkar Sumatera Utara menyesalkan pernyataan Edy Rahmayadi terkait proyek Rp 2,7 triliun untuk pembangunan jalan dan jembatan di Sumut.

"Terkait pernyataan gubernur ketika rakornis di Langkat kemarin. Kami mendapat laporan dari fraksi dan DPD Golkar Langkat. Pernyataannya menyatakan bahwa Golkar tidak mendukung pembangunan di Sumatera Utara terkait proyek multi years," ujar Sekretaris Golkar Sumut, Datok Ilhamsyah, Senin (15/8/2022).

Menurut Datok, Gubernur Edy saat itu menanyakan siapa ketua DPRD di Langkat, dan itu adalah kader Partai Golkar.

"Lalu beliau mengatakan Partai Golkar lah yang tidak setuju pembangunan untuk rakyat. Kami tau di DPRD Sumut ada beberapa pimpinan yang tidak setuju proyek itu. Tapi kenapa harus partai Golkar. Rekan-rekan Golkar ini resah kenapa seorang pemimpin itu seperti itu bicaranya," katanya.

Baca juga: Citayam Fashion Week Menjalar ke Medan, Gubernur Edy Rahmayadi: Apa Sudah Kehabisan Tempat?

Datok Ilhamsyah pun meminta Edy tidak lagi membawa-bawa nama Golkar dalam pernyataannya yang dinilai tendensius.

"Inikan sangat tendensius. Kami dari kader Golkar diajari untuk santun dan kami tahu diri jika kami itu diusung. Tahu diri, jadi kami berharap di sini bahwa apa yang dilakukan oleh beliau (Edy Rahmayadi) ke depan tak usah urus partai kami," ucapnya.

Sebelumnya, Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi menegaskan proyek pembangunan jalan dan jembatan dengan anggaran sebesar Rp 2,7 triliun akan selesai dibangun Tahun 2023.

Anggaran ini untuk pendanaan tahun ganda (multiyears) selama 2022-2023.

Hal ini disampaikan Edy saat groundbreaking pembangunan jalan dan jembatan Provinsi Sumatera Utara untuk kepentingan strategis Sumut, di Desa Suka Makmur Kutalimbaru ,Senin (27/6/2023).

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas