Tribun

Pekerja Migran Indonesia Asal Cilacap Disebutkan Meninggal di Jepang, Ini Penyebabnya

Jenazah PMI tersebut akan diterima keluarga terlebih dahulu di rumahnya yang beralamat di Desa Bunton, Kecamatan Adipala, Kabupaten Cilacap.

Editor: Erik S
zoom-in Pekerja Migran Indonesia Asal Cilacap Disebutkan Meninggal di Jepang, Ini Penyebabnya
NST
(ilustrasi) Jenazah PMI asal Cilacap, Jawa Tengah, diperkirakan tiba di rumah duka pada Minggu 

TRIBUNNEWS.COM, CILACAP - Seorang pekerja migran Indonesia (PMI) berinisial A (22) disebutkan meninggal akibat bunuh diri di Jepang.

Jenazah PMI tersebut diperkirakan tiba di rumah duka pada Minggu (4/9/2022).

Baca juga: PMI Asal Dompu Diduga Disiksa Majikannya di Arab Saudi, Disnaker & BP2MI Telusuri Keberadaan Korban

Sebelum di kebumikan, jenazah A akan diterima keluarga terlebih dahulu di rumahnya yang beralamat di Desa Bunton, Kecamatan Adipala, Kabupaten Cilacap.

Hal itu disampaikan oleh Sudin, Kepala Desa Bunton Kecamatan Adipala kepada tribunjateng.com Sabtu (3/9/2022).

Sudin mengatkan bahwa jenazah A (22) akan diberangkatkan dari Yogyakarta menuju Bunton, Cilacap pada esok hari yakni Minggu (4/9/2022) sekira pukul 13.00 WIB.

"Kalau tidak salah infonya besok berangkat dari Yogyakarta sekitar jam 1 siang, itu informasi dari LPK-nya," kata Sudin.

Lebih lanjut Sudin menjelaskan bahwa keluarga korban pertama kali mendapatkan informasi meninggalnya A (22) dari kantor LPK yang memberangkatkan korban ke Jepang.

Adapun LPK itu diketahui berpusat di Bandung, Jawa Barat.

Baca juga: 3 September Memperingati Hari Palang Merah Indonesia, Inilah Tugas dan Sejarah Berdirinya PMI

Selain A (22), Sudin mengatakan bahwa warga Desa Bunton lainnya juga banyak yang mengadu nasib di negeri Sakura itu.

"Warga Bunton sendiri yang kerja di Jepang itu banyak, ada tetangga korban, temennya juga banyak," kata Sudin.

Sudin juga menjelaskan bahwa kepergian A (22) ke Jepang merupakan pertama kali ke luar negeri bagi korban.

Sebelumnya, keberangkatan korban ke Jepang juga sempat tertunda karena adanya pandemi Covid-19.

"Ya pertama kali merantau ke Jepang, itu kan tertunda karena ada corona, terus corona udah mulai mereda dia berangkat, ya baru sekitar 3 bulanan," terang Sudin.

Baca juga: Pastikan Keselamatan PMI, Satgas P2MI Projo Pantau Keberangkatan di Bandara Soekarno-Hatta

Mengenai sosok korban, Sudin mengatakan bahwa ia mengenal korban sebagai anak yang pendiam dan juga anak rumahan.

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas