Banjir Semarang: Perjalanan Kereta Api Dibatalkan, Rendam Puluhan Rumah Hingga Dua Mahasiswa Tewas
Akibat banjir di Stasiun Semarang Tawang, pihak PT Kereta Api Indonesia (KAI) membatalkan empat perjalanan kereta api.
Editor:
Seno Tri Sulistiyono
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - 24 wilayah di Kota Semarang, Jawa Tengah, terjadi banjir akibat hujan yang mengguyur sejak Jumat malam hingga Sabtu (31/12/2022).
Bahkan, pada Minggu (1/1/2023) sebagian wilayah belum surut seperti di Stasiun Semarang Tawang, air setinggi 20 cm.
Akibat banjir, pihak PT Kereta Api Indonesia (KAI) membatalkan empat perjalanan kereta api.
Keempat perjalanan KA itu di antaranya KA 282F Blora Jaya relasi Semarang Poncol - Cepu, KA 271F Blora Jaya relasi Cepu - Semarang Poncol, KA 186 Kamandaka relasi Purwokerto - Semarang Poncol dan KA 191 Kamandaka relasi Semarang Poncol - Purwokerto.
Baca juga: Pemkot Semarang Minta Kementerian PUPR Segera Normalisasi Sungai Plumbon
“Dengan berubahnya pola operasi perjalanan kereta api, serta pembatalan dan keterlambatan beberapa perjalanan KA lainnya, KAI mengucapkan permohonan maaf kepada seluruh pengguna jasa kereta api,” kata Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Ixfan Hendri Wintoko.
Selain membatalkan empat perjalanan tersebut, KAI juga mengubah 10 rute perjalanan Kereta Api. Sepuluh perjalanan KA itu diputar dari sebelumnya melintasi pantai utara Jawa menjadi melalui jalur selatan.
Adapun daftar KA yang mengalami perubahan pola operasi sebagai berikut.
1. KA 281 Matarmaja dengan relasi Malang - Semarang Tawang - Pasar Senen diputar perjalanannya menjadi Malang - Solo Balapan - Cirebon - Pasar Senen
2. KA 282 Matarmaja dengan relasi Pasar Senen - Semarang Tawang - Malang diputar perjalanannya menjadi Pasar Senen - Cirebon - Solo Balapan - Malang
3. KA 7033A Brantas Tambahan dengan relasi Blitar - Semarang Tawang - Pasar Senen diputar perjalannya menjadi Blitar - Brumbung - Solo Balapan - Cirebon - Pasar Senen
4. KA 7034A Brantas Tambahan dengan relasi Pasar Senen - Semarang Tawang - Blitar diputar perjalannya menjadi Pasar Senen - Tegal - Solo Balapan - Blitar
5. KA 109A Brantas denngan relasi Blitar - Semarang Tawang - Pasar Senen diputar perjalannya menjadi Blitar - Brumbung - Solo Balapan - Cirebon - Pasar Senen
6. KA 110A Brantas dengan relasi Pasar Senen - Semarang Tawang - Blitar diputar perjalannya menjadi Pasar Senen - Tegal - Solo Balapan - Blitar.
7. KA 251 Majapahit dengan relasi Malang - Semarang Tawang - Pasar Senen diputar perjalannya menjadi Malang - Solo Balapan - Cirebon - Pasar Senen
8. KA 252A Majapahit dengan relasi Pasar Senen - Semarang Tawang - Malang diputar perjalannya menjadi Pasar Senen - Cirebon Prujakan - Solo Balapan - Malang
9. KA 73A Brawijaya dengan relasi Malang - Semarang Tawang - Gambir diputar perjalanannya menjadi Malang - Solo Balapan - Purwokerto - Cirebon - Gambir
10. KA 74A Brawijaya dengan relasi Gambir - Semarang Tawang - Malang diputar perjalannya menjadi Gambir - Cirebon - Purwokerto - Solo Balapan - Malang
Puluhan Rumah Warga Terendam
Puluhan rumah warga di Kelurahan Tawangmas, Kota Semarang, terendam banjir dengan ketinggian air yang beragam.
Menurut Lurah Tawangmas, Rusmanto (55), hujan deras yang menguyur wilayahnya sejak subuh membuat 10 RW di Kelurahan tersebut terdampak banjir.
"Kita itu punya 10 RW, semuanya kena, tapi yang tertinggi atau terdalam di wilayah RW 7, RW 8 sama di RW 9," ujarnya kepada Tribunjateng.com, Sabtu (31/12/2022).
Ketinggian banjir yang menggenangi seluruh RW di kelurahan tersebut beragam, ada yang semata kaki, ada yang selutut dan ada yang satu meter.
Baca juga: Stasiun Tawang Semarang Terendam Banjir, Penumpang di Pasar Senen Menumpuk Imbas Kereta Terlambat
"(Ketinggian air paling tinggi) tadi pagi satu meter lebih, kalau sekarang sudah agak surut. Kalau sekarang sudah berkurang, sekitar 70, 60-an cm,"
Tingginya air yang menggenagi RW 7, membuat puluhan rumah warga terendam banjir
"Kalau rumah di RW 7 saja yang terendam ada sekitar 80, jumlah rumahnya ada 110-an," ujarnya.
"Itu padahal juga sudah banyak rumah yang ditingikan, tapi tetap (samping) kanan, kiri (rumah) dan jalan terendam, walaupun (dalam) rumahnya tidak kebanjiran," sambungnya.
Selain merendam rumah, banjir juga merendam kendaraan milik warga.
"Kendaraan motor tidak kita hitung, itu banyak," ucapnya
Rusmanto juga telah memonitor dan menawarkan warganya yang ingin dievakuasi.
"Kita mendata warga yang mau dievakuasi, tapi kebanyakan banyak yang tidak mau di evakuasi karena mengangap wilayahnya bisa di tingali," katanya.
"Jadi kita tugasnya memonitor ke wilayah yang paling parah wilayahnya kita motifasi untuk bisa evakuasi sementara ke penampungan yang di sediakan pemerintah kecamatan," jelasnya.
Ia menyampaikan, bila Semarang Indah, Kelurahan Tawangmas memiliki letak topografi terendah di wilayah Kecamatan Semarang Barat, selain Kelurahan Tawangsari.
Oleh sebab itu, dalam menangulangi air banjir di wilayahnya, Rusmanto mengaku akan mengunakan pompa air.
Agar air yang telah masuk ke kawasan tersebut cepat surut.
Namun pengunaan pompa air tersebut belum bisa dilakukan bila Banjir Kanal Barat belum surut.
"Nunggu di banjir kanalnya itu airnya surut, kalau tidak surut, ya susah, rusak mesinya (pompa)," ungkapnya.
"(Pompa) kita nyalakan tiga jam atau empat jam (air akan) surut, tugasnya yang menyalakan dari tim drainase DPU," tutupnya.
Tewaskan Dua Mahasiswa
Dua mahasiswa tewas tersengat listrik saat melintasi banjir untuk merayakan acara tahun baru 2023.
Peristiwa tersebut terjadi di Jalan Kapas Timur III RT 02 RW 08 Kelurahan Gebangsari, Kecamatan Genuk, Kota Semarang, Sabtu (31/12/2022) sekitar pukul 22.30 WIB.
Baca juga: Malam Tahun Baru, 2 Mahasiswa di Semarang Tewas Tersengat Listrik Saat Lintasi Banjir, Sempat Teriak
Melansir dari TribunJateng, dua mahasiswa yang menjadi korban bernama Dinda Shefira Angelita (19) warga Desa Jatibogor, Kecamatan Surodadi, Kabupaten Tegal, serta Muh Kevin Nabeel (19) warga Kembang Tubanan, Jepara.
Kapolsek Genuk Kompol Ris Andrian Yudo Nugroho, kedua korban yang diduga tersetrum listrik, meninggal dunia di lokasi kejadian.
"Sekira pukul 00.05 WIB, korban dibawa ke RSUP Dr Kariadi dengan menggunakan mobil ambulance H -1149-SP untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut," katanya.
Menurutnya, kronologi singkat kejadian, berdasarkan informasi dari warga yang rumahnya tak jauh dari lokasi kejadian.
Awalnya warga yang juga menjadi saksi dalam peristiwa ini, melihat ada kilatan listrik dan mendengar suara orang teriak kencang.
Kemudian warga itu, keluar rumah dan mencoba mencari tahu apa yang terjadi.
Setelah itu, diketahui, bahwa ada dua orang yang sudah terjatuh dan terendam di dalam air.
Pada saat itu warga hendak mencoba untuk menolong korban, akan tetapi, karena merasa ada sengatan arus listrik kemudian menjauh.
Warga juga mengetahui ada kabel listrik yang terputus jatuh ke air.
Setelah itu, warga menghubungi pihak kepolisian yakni Bhabinkamtibmas setempat, untuk memberitahukan peristiwa tersebut.
Rayakan Tahun Baru 2023
Dua mahasiswa sebelum tewas, berencana pergi kerumah temanya, untuk kegiatan bakar-bakaran jelang malam tahun baru 2023.
"Pada hari Sabtu, tanggal 31 Desember 2022 sekira pkl 20.00 Wib, korban meminta izin kepada saksi 1 (Ibu Kos) untuk pergi keluar ke rumah temannya untuk kegiatan bakar - bakaranan," ujar Kapolsek Genuk Kompol Ris Andrian Yudo Nugroho.
Baca juga: Pemkot Semarang Koordinasi dengan BBWS Tutup Tanggul Jebol di Kali Plumbon
Ris mengatakan, korban diduga tersengat listrik saat jalan kaki melewati genangan air.
"Intinya saksi dengar orang teriak, terus, tahu-tahu sudah terapung, (korban) jalan kaki," imbuhnya.
Kedua korban merupakan mahasiswa yang kos di Jalan Kapas Utara 13 Blok H-1 No.107B Kelurahan Gebangsari, Kecamatan Genuk, Kota Semarang.
Pantau dengan Bersepeda
Mengawali tahun 2023, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo bersepeda menyusuri jalanan Kota Semarang, Minggu (1/1/2023).
Sambil gowes, Ganjar juga mengecek situasi di Kota Lama dan Stasiun Tawang Semarang.
Start pukul 05.30 WIB, Ganjar langsung mengayuh sepeda jenis MTB-nya ke arah Tugu Muda. Sesekali Ia juga memilih rute gang kecil untuk menyapa warga yang sudah memulai aktivitasnya.
Dari Tugu Muda, Gubernur Jateng dua periode itu terus mengayuh ke arah Stasiun Poncol. Kemudian menuju Stasiun Tawang. Banjir tampak masih menggenangi area depan stasiun kereta api kelas besar tipe A itu.
Usai memarkirkan sepedanya, Ganjar masuk ke peron stasiun.
Kondisi hari ini sedikit lebih baik dibanding kemarin, pada pagi ini banjir yang merendam jalur rel kereta api berangsur surut. Besi rel pun sudah mulai terlihat.
Sedangkan di area ruang tunggu, air masih menggenang. Namun dari pihak KAI Daop IV Semarang juga sudah mulai melakukan penyedotan dengan pompa manual.
“Kalau kita lihat udah lumayan, kita cek surut ya. Hanya beberapa yang mesti dibereskan genangan yang di depan (stasiun),” kata Ganjar.
Ganjar berharap hujan hari ini tidak seekstrem pada Sabtu (31/12/2022) kemarin. Sehingga penyedotan air dari area stasiun bisa segera di lakukan dan aktivitas di stasiun yang ada sejak tahun 1914 itu bisa kembali normal.
“Traffic-nya relatif lebih baik, karena udah tidak terendam lagi. Hanya (masih) di beberapa titik, tapi surutnya juga sudah banyak jadi sistemnya masih langsir,” kata Ganjar.
Jadwal keberangkatan yang masih terhambat, mantan anggota DPR RI itu meminta agar para penumpang lebih bersabar. Jika cuaca hari ini baik, seluruh peralatan akan dikerahkan untuk mengeringkan area stasiun.
“Kemarin juga kita udah bicara dengan BMKG, kemungkinan nanti akan dibantu pagi ini untuk rekayasa cuaca. Kalau itu bisa terjadi akan sangat membantu, karena kalau kondisi seperti kemarin kan pasti effort kita akan sangat besar sekali,” tegas Ganjar.
Sambil terus memantau kondisi banjir di titik lain, Ganjar mengatakan penanganan banjir di Stasiun Tawang menjadi salah satu prioritasnya.
“Nanti saya mau cek lagi sudah banyak yang kering, ini menjadi prioritas kita yang di sekitar stasiun Tawang,” tandasnya.
(Tribunnews/TribunJateng)
Baca tanpa iklan