Pengakuan Pihak Sekolah di Sukoharjo Setelah Siswinya Ditemukan Terbunuh, Korban Dikenal Baik
Kasus penemuan jasad seorang siswi di Sukoharjo masih didalami polisi. Pihak sekolah membantah siswinya dibunuh karena pergaulan bebas.
Penulis: Faisal Mohay
Editor: Daryono
Jasad korban juga telah diautopsi di RS Moewardi, Solo dan terdapat luka tusuk di leher yang mengakibatkan korban meninggal.
"Hasil sementara ada luka tusuk benda tajam 2 titik sejajar di leher dan dada. Seperti garpu tapi hanya 2 titik. Kemungkinan yang membuat meninggal yang di leher," ungkapnya dikutip dari TribunSolo.com.
Kronologi Kejadian
AKBP Wahyu Nugroho mengatakan korban sempat bertemu dengan seseorang yang dikenal lewat aplikasi kencan online pada Senin (23/1/2023) sekitar pukul 16.00 WIB.
Kemudian korban meminta temannya berinisial NTO untuk mengantar ke sebuah hotel.
Selang beberapa jam, NTO dihubungi orang tua korban yang menanyakan keberadaan anaknya.
Baca juga: Cerita Ujang Nyaris Jadi Korban Pembunuhan Wowon, Cium Gelagat Aneh Solihin hingga Heran Jadi Tumbal
NTO juga merasa bingung karena hp korban tidak bisa dihubungi.
Akhirnya, NTO menanyakan keberadaan korban ke salah satu temannya berinisial I.
Pada sore hari korban sempat membagikan lokasinya kepada I dan NTO segera menuju lokasi tersebut.
Namun, ketika sudah berada di lokasi korban ditemukan sudah meninggal.
Kata Warga Sekitar
Diketahui lokasi penemuan korban berada di belakang pabrik mebel CV Nuansa Jati Abadi, Sukoharjo.
Penjaga pabrik, Jono mengaku tidak mendengar suara teriakan dan suara yang mencurigakan saat kejadian.
Ia baru mengetahui kejadian tersebut saat dibangunkan warga dan ketua RT.
Baca juga: Banyak Motif di Kasus Pembunuhan Wowon CS, Kriminolog Sarankan Polisi Dalami Keseluruhan