Piket Nol Lumajang Dilanda Longsor, Akses ke Malang Tertutup hingga 3 Orang Meninggal
Hujan deras di wilayah Lumajang, Jawa Timur membuat perbukitan di jalur Piket Nol Km 59 Lumajang dilanda longsor.
Penulis:
Muhammad Renald Shiftanto
Editor:
Garudea Prabawati
TRIBUNNEWS.COM - Hujan deras di wilayah Lumajang, Jawa Timur membuat perbukitan di jalur Piket Nol Km 59 Lumajang dilanda longsor.
Akibatnya, akses Lumajang-Malang tertutup material longsoran.
Longsor terjadi di tebing setinggi 50 meter dan membuat jalan ke Malang tertutup material dengan tebal 3 meter.
Patria Dwi Hastiadi selaku Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang mengatakan, longsor terjadi sekitar pukul 01.00 WIB.
"Diperkirakan terjadi sekitar jam 1 malam. Dikarenakan hujan dengan intensitas tinggi terus-menerus, saat ini jalur akses Lumajang-Malang ditutup total," kata Patria di Lumajang.
Ia menambahkan, alat berat dan petugas gabungan serta relawan sudah disiagakan.
Baca juga: Gunung Lemongan Lumajang dan Jejak Begawan Citro Sridono Sasmito
"Alat berat sudah kita datangkan ke lokasi untuk melakukan pembersihan. Tapi sementara kita siagakan dulu karena kondisinya hujan masih deras khawatir ada longsor susulan," tambah, dikutip dari Kompas.com.
Ia mengimbau, pengendara yang ingin melintas untuk memilih jalur alternatif lainnya.
"Saya imbau bagi pengguna jalan untuk melewati alternatif lain yaitu melewati Probolinggo,"
"Karena jalur alternatif via Curah Kobokan juga terjadi banjir lahar. Satu-satunya jalan harus memutar lewat Probolinggo," lanjutnya.
Ia juga mengatakan, jalur sementara ditutup, dan akan diinfokan kembali.
"Jalur Lumajang-Malang via selatan atau Piket Nol ditutup sementara hingga diinfokan kembali," ujar Kepala BPBD Kabupaten Lumajang.
Sementara itu, tanah longsor juga terjadi di Kecamatan Pronojiwo, Lumajang.
Dari laporan BPBD Lumajang, ada 3 korban yang tertimbun longsoran.
"3 Korban tertimbun longsor di Dusun Sriti RT 06 RW 03 Desa Sumberurip Kecamatan Pronojiwo, Lumajang, berhasil di evakuasi dalam kondisi meninggal dunia," tulis laporan BPBD Lumajang, dikutip dari TribunJatim.com.
Ia juga menyebutkan, petugas juga sudah siaga untuk melakukan proses asesmen.
"Personel TRC Siaga untuk melakukan proses assessment," tutupnya.
(Tribunnews.com, Renald)(TribunJatim.com, Erwin Wicaksono)(Kompas.com, Miftahul Huda)