Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Maba UIN Surakarta Dipaksa Daftar Pinjol, Uang Sponsorship Rp160 Juta Disorot, Panitia Terancam DO

Terungkap kerja sama antara Dema UIN Surakarta dengan perusahaan pinjol dilakukan secara ilegal. Para mahasiswa baru dipaksa mendaftar aplikasi pinjol

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Abdul Muhaimin
zoom-in Maba UIN Surakarta Dipaksa Daftar Pinjol, Uang Sponsorship Rp160 Juta Disorot, Panitia Terancam DO
Kolase Tribunnews.com/TribunSolo.com/Anang Maruf
Dewan Mahasiswa (DEMA) UIN Raden Mas Said Surakarta didesak mundur oleh Aliansi Mahasiswa Independen. 

TRIBUNNEWS.COM - Dewan Mahasiswa (Dema) Univesitas Islam Negeri (UIN) Raden Mas Said Surakarta terancam terkena sanksi usai bekerja sama dengan perusahaan pinjaman online (pinjol).

Dema UIN Surakarta menjadikan perusahaan pinjol sebagai sponsorship acara Pengenalan Budaya dan Akademik Kampus (PBAK).

Ribuan mahasiswa baru diwajibkan mengunduh dan mendaftar aplikasi pinjol agar dapat mengikuti kegiatan PBAK.

Kerja sama tersebut merupakan ilegal karena dilakukan tanpa sepengetahuan pimpinan kampus.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Alumni dan Kerjasam, Prof. Syamsul Bakri mengatakan upaya yang dilakukan Dema dapat dikategorikan sebagai bentuk penelikungan pimpinan.

Baca juga: Fakta Viral UIN Surakarta Gandeng Pinjol demi Rp160 Juta, Pihak Kampus Tak Dilibatkan, Ini Kata Maba

Jangankan rektorat, dosen pembina Dema pun tak diberikan informasi mengenai adanya kerjasama yang dibuktikan dengan penandatanganan MoU dengan pihak-pihak tersebut.

MoU itu didapatkan dari pihak luar.

Rekomendasi Untuk Anda

"Padahal mahasiswa itu tidak berhak melakukan MoU dengan pihak sponsoship. Apalagi ada nominal," kata Prof Syamsul yang juga ketua Dewan Kode Etik, UIN Raden Mas Said.

Pihaknya telah mendapatkan jumlah nominal kerjasama dengan pinjol tersebut.

Dalam MoU nominal yang tercantum cukup mencegangkan.

Bagiamana tidak, Dema bakal mendapatkan kompensasi dari salah satu perusahaan pinjol sebesar Rp 160 juta.

Angka itu baginya sangat dan cukup mencurigakan.

Baca juga: 5 Fakta Pinjol jadi Sponsor Ospek UIN Surakarta: 3.000 Mahasiswa Daftar Pinjol, DEMA Terancam DO

"Ada nominal (uang kompensasi ) yang besar sekali. Yang Fakultas saja cari sponsorship Ndak bisa seperti itu (sebesar Rp 160 juga). Itu kan rawan macem-macem. Mengapa sponsorship bisa sebesar itu. Itu kan data-data mahasiswa yang registrasi," tambahnya

Padahal, seluruh kegiatan PBAK telah ditanggung oleh kampus.

Kampus telah mengucurkan dana sebesar Rp 400 juta lebih untuk mengcover seluruh kegiatan untuk mahasiswa baru.

"Untuk apa coba? PBAK itu sebenarnya cuma 3-4 hari. Dan sudah semuanya (dianggarkan) Rp 400 juta lebih. Jadi tidak ada anggaran kurang (untuk PBAK)," pungkasnya.

Sementara itu, Rektor UIN RM Said Surakarta, Mudofir, memastikan akan ada sidang kode etik untuk menentukan tingkat kesalahan mahasiswa yang diduga terlibat termasuk DEMA.

Baca juga: Polemik Pinjol jadi Sponsor Acara di UIN Surakarta, Presma Sebut Data 2000 Maba Masuk Pinjol

"Saat ini kami sudah koordinasi dengan Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan akan menyelidiki permasalahan tersebut termasuk memanggil DEMA," ujarnya.

Ia menuturkan jika nanti ditemukan kesalahannya berat maka akan diberikan sanksi.

"Pasti ada sanksi kalau berat, salah satunya pemecatan atau drop out (DO)," terangnya.

Selain itu jika kesalahan sedang, nantinya akan dikembalikan ke fakultas.

Artikel ini telah tayang di TribunSolo.com dengan judul Polemik Ospek UIN Solo: Fantastis, Dema Bisa Dapat Sponsorship hingga Rp160 Juta dari Pinjol

Artikel ini telah tayang di TribunSolo.com dengan judul Nasib DEMA UIN Raden Mas Said Surakarta Gegara Ramai Pinjol, Terancam Drop Out

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas