Jadi Provinsi Pertama yang Bentuk BRIDA, Jateng Kembangkan Pembangunan Berbasis Riset
Jawa Tengah menjadi provinsi pertama yang membentuk Badan Riset Inovasi Daerah (BRIDA) di Indonesia.
Penulis: Fahdi Fahlevi
Editor: Johnson Simanjuntak
![Jadi Provinsi Pertama yang Bentuk BRIDA, Jateng Kembangkan Pembangunan Berbasis Riset](https://asset-2.tstatic.net/tribunnews/foto/bank/images/gubernur-jawa-tengah-ganjar-pranowo-bertemu-puluhan-p.jpg)
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Jawa Tengah menjadi provinsi pertama yang membentuk Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) di Indonesia.
Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo membentuk BRIDA untuk menghadapi tantangan global.
Selain itu, BRIDA juga disiapkan untuk pengembangan skill ASN Pemprov Jateng.
“Mesti dilakukan riset. Development harus dilakukan terus menerus,” kata Ganjar.
Hal tersebut diungkapkan oleh Ganjar saat menghadiri Rakornas dan Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) Tahun 2023 Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) di Hotel Grand Mercure, Solo, Jateng.
Ganjar mendukung penuh pengembangan riset dan inovasi dalam menjalankan roda pemerintahan daerah.
Inovasi di Provinsi Jateng yang mendapat perhatian, di antaranya sekolah virtual untuk anak putus sekolah.
Pada program itu, Ganjar tidak sekadar menggelar pembelajaran daring, namun juga membuat aplikasi hingga silabus khusus.
Sekolah virtual itu diikuti anak usia pelajar yang tidak mampu sekolah karena masalah biaya dan kini mendapat kesempatan untuk bersekolah dengan memilih sendiri waktu pembelajaran.
Ganjar mengatakan, riset-riset dan inovasi yang terus dikembangkan Jateng tak lepas dari dukungan kerja sama berbagai pihak. Mulai dari pemerintah Kabupaten/Kota se-Jateng, individu, peneliti, hingga perguruan tinggi.
“Ini penting untuk dilakukan melihat tren jaman, perkembangan, dan menyiapkan kekuatan,” kata Ganjar.
Di samping pendidikan, Ganjar juga mengembangkan riset energi baru terbarukan (EBT). Hasilnya, Ganjar menerapkan sirkular ekonomi untuk mengoptimalkan penggunaan sumber daya alam, mengurangi limbah, dan mempromosikan keberlanjutan tersebut.
Baca juga: Koster Bicara Penelitian BRIDA dan BRIN Bakal Memperkuat Ketahanan Pangan dan Warisan Budaya Bali
Dari inovasi itu Ganjar kemudian membentuk desa mandiri energi (DME) di Jateng yang saat ini telah berjumlah 2.353 desa. Masing-masing terdiri dari 2.167 DME inisiatif, 160 DME berkembang, dan 26 DME mapan.
Di sektor kesehatan sendiri, Ganjar mendorong pengembangan riset farmasi dan obat-obatan dalam acara Rakornas IAI. Dengan pengalaman pada saat Covid-19 lalu, Ganjar menyebut riset di bidang kesehatan ini perlu gencar dilakukan.
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.