Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Mahasiswa di Semarang Berulah Terobos Lampu Merah, Seorang Perawat Tewas Ditabrak

Kejadian bermula saat pengguna sepeda motor Honda PCX bernama Edgar Valerry Mantiri yang merupakan seorang mahasiswa melaju dari arah Simpang Sidodadi

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Mahasiswa di Semarang Berulah Terobos Lampu Merah, Seorang Perawat Tewas Ditabrak
Instagram
Seorang perawat bernama Besar Suprayanto (42) tewas di tempat usai sepeda motornya terlibat kecelakaan maut dengan sepeda motor mahasiswa yang terobos lampu merah di Jalan Brigjend Katamso Simpang Milo, Kota Semarang, Jawa Tengah, Selasa (12/12/2023).  

TRIBUNNEWS.COM, SEMARANG - Pengendara menerobos lampu merah kembali menelan korban jiwa, kali ini pelakunya seorang mahasiswa dan korbannya adalah perawat di Kota Semarang, Jawa Tengah, Selasa (12/12/2023).

Nyawa seorang perawat bernama Besar Suprayanto (42) tak tertolong usai terlibat kecelakaan maut di Jalan Brigjend Katamso Simpang Milo, Kota Semarang, Jawa Tengah (Jateng).

Kasubnit 2 Gakkum Satlantas Polrestabes Semarang Ipda Agus Tri Handoko mengatakan, kecelakaan terjadi sekitar pukul 11.30 WIB di ruas jalan kota.

"Korban mengendarai sepeda motor Yamaha Mio J warna hitam. Warga Semarang Barat," jelasnya saat dikonfirmasi via WhatsApp, Selasa (12/12/2023).

Kejadian bermula saat pengguna sepeda motor Honda PCX bernama Edgar Valerry Mantiri yang merupakan seorang mahasiswa melaju dari arah Simpang Sidodadi ke Simpang Milo.

"Sesampai di Simpang Milo, pengendara Honda PCX berbelok ke kanan arah (Simpang Bangkong), diduga pengendara kurang waspada pandangan depan," ucap Handoko.

Setelah itu, Edgar menerobos lampu merah sehingga terjadi kecelakaan dengan korban yang saat itu mengendarai sepeda motor Yamaha Mio J warna hitam.

Rekomendasi Untuk Anda

"Korban melaju dari Simpang Bangkong menuju Pedurungan," tambah dia. 

Baca juga: Pengemudi Ferrari yang Tabrak 5 Kendaraan di Senayan Berkecepatan 100km/jam, Polisi: Kondisi Ngantuk

Akibat benturan kedua sepeda motor itu, Suprayanto meninggal dunia karena mengalami patah tulang di bagian tulang leher.

Dan akhirnya korban tewas di lokasi kejadian.

"Jenazah dibawa ke RSUP Kariadi Semarang," tukasnya.

Sumber: Kompas.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas