Pj Bupati Edy Junaedi Ajak Pimpinan OPD Tingkatkan Indeks Pembangunan Manusia
Menurutnya, permasalahan yang melanda Padang Lawas harus berkaca pada Indeks Pembangunan Manusia (IPM) sebagai kerangka pemikiran.
Penulis:
Reynas Abdila
Editor:
Malvyandie Haryadi
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Reynas Abdila
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Penjabat (Pj) Bupati Padang Lawas Edy Junaedi mengajak seluruh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) bekerjasama mengatasi permasalahan fundamental yang selama ini memperlambat laju pertumbuhan daerahnya.
Menurutnya, permasalahan yang melanda Padang Lawas harus berkaca pada Indeks Pembangunan Manusia (IPM) sebagai kerangka pemikiran.
IPM Padang Lawas sendiri adalah 72,16, posisi ke-enam terendah di Sumatera Utara dan paling rendah di Tabagsel (Tapanuli Bagian Selatan).
Dimulai dari indeks kesehatan, seperti status RSUD Sibuhuan yang masih termasuk tipe C dan tidak didukung fasilitas untuk penyakit berat, kurangnya puskesmas keliling (pusling) dan ambulans, jumlah dokter spesialis kebidanan yang tidak sepadan dengan Angka Kelahiran Total (TFR).
Selain itu masih adanya 29 persen warga yang tidak memiliki jamban, Angka Kematian Bayi (IMR) yang mencapai 25,34, dan seterusnya.
“Permasalahan harusbdisertai dengan gagasan inti yang sekiranya dapat menjadi tantangan bagi jajaran pemerintah daerah dalam masa kerja lima tahun mendatang,” kata Edy dalam Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Padang Lawas tahun 2025 dikutip Sabtu (3/3/2024).
Mengacu indeks pendidikan, di mana muncul fenomena hilangnya murid di antara jenjang SD dan SMP yang lebih memilih untuk melanjutkan sekolah di daerah lain.
Minimnya perguruan tinggi beserta program studi yang ada di Padang Lawas juga turut menjadi sorotan.
Padahal, menurut Edy, status Padang Lawas sebagai penghasil kelapa sawit seharusnya dapat memantik pengembangan riset seperti biodiesel B-35.
“Ini hanya impian saya, tapi saya ingin ada politeknik bertaraf internasional di Padang Lawas,” ujarnya.
Terkait indeks daya beli, Edy mencanangkan gagasannya untuk membangun sebuah sentra ekonomi modern di ibukota kabupaten yaitu Sibuhuan Trading Center (STC).
Berkaca dari kabupaten yang bertetangga dengan Padang Lawas, Edy menilai sudah selayaknya tanah tempat kelahiran orangtuanya ini memiliki pusat perdagangannya sendiri.
Dengan infrastruktur yang memadai, STC dapat mendongkrak aktivitas ekonomi yang menjadi bagian ketiga dari IPM.
PJ Bupati berharap bahwa dengan usaha yang terkoordinasi tersebut, IPM Padang Lawas dapat melejit masuk ke jajaran lima tertinggi di Sumatera Utara.
“Saya hanya melanjutkan dari gagasan yang sudah dicanangkan sebelumnya, yaitu Padang Lawas Bercahaya,” ujarnya.
Baca tanpa iklan