Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Tangis Supriyani Jelang Sidang Putusan, Ungkap Kesedihan Ditekan dan Dipaksa Bersalah: Itu Berat

Supriyani menangis menjelang sidang putusan, tertekan dan dipaksa mengaku bersalah.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Endra Kurniawan
zoom-in Tangis Supriyani Jelang Sidang Putusan, Ungkap Kesedihan Ditekan dan Dipaksa Bersalah: Itu Berat
TribunnewsSultra.com/La Ode Ahlun Wahid
Guru honorer Supriyani saat doa bersama di Kantor LBH HAMI Sultra jelang sidang putusan hakim di PN Andoolo Konsel, Senin (25/11/2024) besok. 

TRIBUNNEWS.COM, Konawe Selatan - Guru honorer Supriyani terlihat sangat emosional menjelang sidang putusan di Pengadilan Negeri (PN) Andoolo, Konawe Selatan, yang dijadwalkan pada Senin, 25 November 2024.

Dalam suasana haru, Supriyani menggelar doa bersama keluarga dan kerabat di Kantor Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Himpunan Andovoka Muda Indonesia (HAMI) Sulawesi Tenggara.

Doa bersama berlangsung pada Minggu, 24 November 2024, di Kantor LBH HAMI Sultra yang berlokasi di Jalan Bunga Matahari, Kelurahan Kemarya, Kecamatan Kendari Barat, Kota Kendari.

Supriyani, yang didampingi oleh pengacara Andri Darmawan, tidak dapat menahan tangisnya selama acara tersebut.

Ia terlihat menyeka air mata berkali-kali saat mengenang tekanan yang dihadapinya.

Baca juga: Bupati Konsel dan Dua Polisi dalam Pusaran Kasus Guru Supriyani, Bagaimana Nasib Mereka saat Ini?

Kesedihan Supriyani

Supriyani mengungkapkan kesedihannya yang mendalam akibat tuduhan bahwa ia telah memukuli siswanya, D, yang juga merupakan anak dari seorang anggota polisi, Aipda WH.

"Saya merenungi tekanan demi tekanan yang saya hadapi selama proses persidangan ini dilakukan, diamana saya dipaksa untuk, mengakui malakukan kekerasan yang tidak saya lakukan, itu yang  berat," ungkapnya.

Rekomendasi Untuk Anda

Di sisi lain, pengacara Supriyani, Andri Darmawan, menyatakan keyakinannya bahwa kliennya akan divonis bebas.

"Kami berdoa meminta pertolongan Allah SWT agar proses vonis berjalan lancar. Berdasarkan fakta-fakta di lapangan, tidak ada tindak kekerasan terhadap anak, sehingga kami yakin Supriyani divonis bebas," tuturnya.

Artikel ini telah tayang di TribunnewsSultra.com dengan judul Supriyani Menangis Saat Doa Bersama di Kendari, Ungkap Kesedihan Dipaksa Mengakui Pukul Anak Polisi

(TribunnewsSultra.com/La Ode Ahlun Wahid)

Konten ini disempurnakan menggunakan Kecerdasan Buatan (AI).

Sumber: Tribun Sultra
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas