Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Annar Salahuddin Berstatus Tersangka Uang Palsu di UIN Alauddin, jadi Investor dan Pencetus Ide

Annar Salahuddin, tersangka utama kasus uang palsu di UIN Alauddin, kini dirawat di rumah sakit. Ia dikenal sebagai pengusaha dan politisi.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Faisal Mohay
Editor: timtribunsolo
zoom-in Annar Salahuddin Berstatus Tersangka Uang Palsu di UIN Alauddin, jadi Investor dan Pencetus Ide
Kompas TV
Kapolda Sulawesi Selatan, Irjen Pol Yudhiawan Wibisono mengungkapkan timeline produksi uang palsu di Kampus UIN Alauddin Makassar. 

TRIBUNNEWS.COM - Polisi menangkap Annar Salahuddin Sampetoding, tersangka utama kasus peredaran uang palsu di Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, Sulawesi Selatan.

Penangkapan ini dilakukan setelah penyelidikan yang mendalam terkait produksi uang palsu yang melibatkan institusi pendidikan tersebut.

Annar Salahuddin, seorang pengusaha dan politisi asal Makassar, kini dirawat di RS Bhayangkara Makassar setelah mengalami syok saat ditangkap.

Kapolda Sulsel Irjen Pol Yudhiawan Wibisono menjelaskan, Annar adalah investor pembuatan uang palsu sejak tahun 2022.

"Tersangka utama sudah kita tahan, sekarang sakit, kita pun bantarkan, masih ditangani Polres Gowa," ungkapnya pada Senin, 30 Desember 2024.

Proses penyidikan tetap berjalan meski kondisi kesehatan tersangka menurun.

"Ada sedikit penundaan, tapi tidak menghambat penyidikan," kata Kapolres Gowa AKBP Reonald Simanjuntak.

Rekomendasi Untuk Anda

Produksi uang palsu ini dilakukan di rumah Annar sebelum mesin pencetak uang palsu dipindahkan ke UIN Alauddin.

Mesin tersebut didatangkan dari China dengan biaya mencapai Rp600 juta.

Annar Salahuddin bekerja sama dengan Kepala Perpustakaan UIN Alauddin, Dr. Andi Ibrahim, untuk memasukkan mesin tersebut ke kampus.

"Alasannya, jika ada mahasiswa yang ingin meminjam buku bisa fotocopy, jadi tidak curiga," jelas Yudhiawan.

Baca juga: Kubu Ferdy Sambo Bantah Terlibat Kasus Uang Palsu di UIN Makassar, Klaim Tak Kenal Annar Sampetoding

Mesin pencetak uang palsu ini diduga akan digunakan untuk mendanai kampanye Pilkada 2024.

Dr. Andi Ibrahim, yang kini juga berstatus tersangka, berencana maju sebagai calon Wali Kota Makassar.

"Salah satu pelaku ini pernah mencalonkan diri sebagai calon wali kota namun gagal karena tidak mendapatkan partai," ungkap Yudhiawan.

Para tersangka juga mengajukan proposal kerja sama kepada salah satu kontestan Pilkada Kabupaten Barru, namun tidak menemukan kesepakatan.

"Mereka mengajukan proposal pada Pilkada Kabupaten Barru, mungkin uang palsunya hendak digunakan dalam money politics, tapi batal," tambahnya.

Selama ini, keberadaan mesin pencetak uang palsu di perpustakaan UIN Alauddin tidak diketahui oleh mahasiswa karena disimpan di ruang bekas toilet.

Proses percetakan uang diawasi langsung oleh Andi Ibrahim, yang kini tengah menghadapi proses hukum.

Sebagian artikel telah tayang di TribunTimur.com dengan judul ASS Jadi Peran Sentral dalam Kasus Peredaran Uang Palsu di UINAM Makassar

(Tribunnews.com/Mohay) (TribunTimur.com/Muslimin Emba) (Kompas.com/Reza Rifaldi)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas