Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Anies Baswedan Tanggapi soal Murid SD di Medan Dihukum Duduk di Lantai

Anies Baswedan menegaskan pentingnya sanksi yang mendidik dalam pendidikan.

Tayang:
Diperbarui:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Anies Baswedan Tanggapi soal Murid SD di Medan Dihukum Duduk di Lantai
Tribunnews.com/Rizki Sandi Saputra
Mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat ditemui usai pencoblosan Pilkada Jakarta 2024 di TPS 029, Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Rabu (27/11/2024). 

TRIBUNNEWS.COM - Eks Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Anies Baswedan, memberikan tanggapan mengenai tindakan wali kelas di SD Yayasan Abdi Sukma, Medan, yang menghukum muridnya, MI (10), dengan cara menyuruhnya duduk di lantai selama jam pelajaran.

Tindakan ini dilakukan karena MI belum membayar uang sekolah selama tiga bulan.

Anies menekankan bahwa sanksi terhadap pelajar seharusnya mengandung unsur pembelajaran.

"Kalau tidak ada unsur pembelajaran, itu hanya memuaskan orang yang memberikan sanksi," ujar Anies saat ditemui di Jakarta pada Sabtu, 11 Januari 2025.

"Karena itu semua tindakan pendisiplinan harus tujuannya adalah untuk mengembalikan kepada langkah yang benar dengan cara-cara yang edukatif," imbuhnya.

Sebelumnya, murid kelas IV SD Yayasan Abdi Sukma berinisial MI dilarang mengikuti proses belajar mengajar di kelas oleh wali kelasnya, Haryati.

Ia disuruh duduk di lantai selama berjam-jam, dari 6 hingga 8 Januari, karena menunggak pembayaran uang sekolah sebesar Rp180 ribu.

Rekomendasi Untuk Anda

Video yang menunjukkan pelajar tersebut duduk di lantai pun viral di media sosial.

Baca juga: Wali Kelas Kena Skorsing Imbas Hukum Murid SD di Medan Duduk di Lantai

Reaksi Keluarga

Ibu MI, Kamelia, mengungkapkan perasaannya saat melihat anaknya diperlakukan demikian.

"Saya menangis benar-benar teriak karena dari hari Senin sampai Rabu anak saya disuruh duduk di lantai dari pagi sampai jam 1 siang," ungkapnya saat dijumpai di kediamannya di Gang Jarak, Jalan Brigjen Katamso, Medan, Jumat (10/1/2025).

Ia mengaku sangat terpukul melihat anaknya yang berusaha menimba ilmu justru diperlakukan seperti gelandangan di hadapan teman-temannya.

Konten ini disempurnakan menggunakan Kecerdasan Buatan (AI).

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas